Tampilkan postingan dengan label opini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label opini. Tampilkan semua postingan
3

Mengenai Makna Nikah

Posted by Unknown in ,
Beberapa hari yang lalu, saya membaca sebuah artikel tentang Nikah Mut’ah di suplemen Dialog Jumat (26/9/2014) dari harian Republika. Yang membuat saya tertarik adalah redaksi awalnya, yaitu mengenai makna Nikah. Setelah saya membaca, saya jadi ingin membaginya. Karena rasanya sayang sekali ya kalau ada tulisan bagus dan bermanfaat tapi tidak dibagikan kepada teman-teman.

Pernikahan adalah akad yang sangat agung. Ia disebut mitsaqah ghaliza karena dampak dari akad yang tak lebih dari satu menit itu amat luas.
Ucapan akad pernikahan mengantarkan tanggung jawab yang dipikul seorang wali kepada seorang laki-laki yang menjadi suami. Akad pernikahan juga membuat yang haram menjadi halal, yang dosa menjadi pahala. Akad nikah juga melahirkan garis nasab dimana hak waris melekat padanya.
Pernikahan adalah kebaikan yang bertambah bernama berkah. Di dalamnya mencakup keberkahan dalam masa senang, dan keberkahan dalam masa sulit. Jadi, tak sekedar berburu kesenangan semata.

Nah, bagus sekali kan.. Semoga bermanfaat dan menambah ilmu kita.



:: Berapa bintang yang kau beri? ::.

0

K&D Learns Storytelling 14

Posted by Faril Lukman in ,

Wanita muda dan jejaring sosial, merupakan fenomena yang cukup menarik yang terjadi di masyarakat belakangang ini. Pasalnya fenomena ini mirip dengan fenomena gunung es/iceberg tapi di balik. Yang terlihat lebih besar (kualitas, intensitas, akriditas, dll) daripada kondisi sebenarnya.

Sekarang sudah banyak masyarakat atau orang-orang awam yang memiliki kamera SLR. Agaknya hobi fotografi sudah menjadi tren tersendiri. Sudah tidak eksklusif lagi. Dulu, sewaktu masih kuliah Arsitektur, saya ingin sekali memiliki sebuah kamera SLR. Karena harganya relatif mahal, saya merutinkan diri menabung setiap hari. Tidak banyak yang bisa saya tabung, hanya 500 rupiah saja. Tidak apa-apa, sedikit demi sedikit lama-lama jadi bukit. Dengan tekad saya menabung tersebut, saya akan memiliki kamera SLR kira-kira setelah 66 tahun. Memang hanya tekad yang akan membuat saya memiliki kamera SLR.



:: Berapa bintang yang kau beri? ::.

0

K&D Learns Storytelling 13

Posted by Faril Lukman in ,
PROLOG:
Di suatu sore pada hari Jumat, Mario baru saja pulang dari bekerja. Agak istimewa rasanya bisa pulang sore seperti ini. Apalagi cuaca sedang cerah. Mario memarkir sepeda motor di halaman dan sesaat meregangkan otot-otot. Berkendara selama 45 menit cukup melelahkan, apalagi sambil menggendong backpack.  Demi mengetahui kedatangan Mario, adiknya yang perempuan segera menghampiri. Sepertinya si remaja ini sedang ada keinginan.
Adik saya : Bang, beliin handphone android dong, Bang. Yang layar sentuh gitu?
Dengan ekspresi wajah lelah-berdebu dan tatapan mata kosong  Mario berusaha mencerna permintaannya.
Mario : Ha?
Adiknya : Android Bang, android…
Mario : Ha? Android?
Adiknya : Iya Bang. Yang bisa Facebook, twitter, instagram… pokoknya banyak deh. Sosial media bang
Wuk… wuk… wuuu… wukk… Wuk… wuk… wuuu… wukk… percakakapan terputus akibat suara yang agak gaduh. Dengan ekspresi dan tatapan yang tak berubah, Mario melongok ke belakang, ke backpack.
Adiknya : Suara apan tuh Bang?
Mario : Oh, ini Pak Menejer telpon
telpon



:: Berapa bintang yang kau beri? ::.

0

K&D Learns Storytelling 12

Posted by Faril Lukman in ,
Gantungkanlah cita-citamu setinggi langit diangkasa, lalu berusahalah dengan sungguh-sungguh untuk menggapainya. Ungkapan tersebut tidak ada hubungannya dengan tulisan di bawah ini.

Kalau orang bilang proyek itu adalah sumber uang masuk, mungkin ada benarnya. Terutama pada waktu proyek akan dimulai dan ketika selesai atau mendekati serah terima. Pada kedua tipe waktu tersebut uang berseliweran seperti sinyal wi-fi. Yang demikian itu sama sekali bukan indikasi korupsi. Cuma perilaku kolusi biasa. Tidak lebih. Dan percayalah, saya tidak pernah meminta-minta uang seperti itu. Hanya saja biasanya mereka memberi dengan ikhlas. Itupun setelah saya mengancam akan lompat dari puncak gedung.



:: Berapa bintang yang kau beri? ::.

0

Dan Iblis pun Menggugat

Posted by Faril Lukman in ,
Apa yang kau tahu tentang aku? Aku adalah kekasih-Nya yang terdekat, yang selalu memuji-Nya selama ribuan tahun, yang paling utama di antara mahkluk yang lain, yang memiliki tempat lebih tinggi dari Jibril, yang memiliki wajah paling rupawan di antara yang lain, sayapku adalah karunia terindah.

Meringkuk di dekat aliran sungai dengan tabir gelap menyelimutinya. Di atas rumput yang menghitam sejauh lingkar satu meter di sekitarnya; hijau rimbun di luar garis satu meter. Semua tanaman yang diinjaknya akan mati dan menghitam seperti tak rela disentuh oleh kulitnya. Kulit yang membusuk dan penuh aura dengki, penuh dengan kebencian yang dipendamnya sendiri.



:: Berapa bintang yang kau beri? ::.

2

Aku dan Ibu

Posted by Faril Lukman in
“Wid, tangi.. Ibu dikancani. Ibu kok rasane sedih..” 
(“Wid, bangun.. Ibu ditemani. Ibu rasanya sedih..”) 
Aku dan Ibuku dekat sekali. Apapun yang kualami, selalu kuceritakan kepada Ibu. Begitu pula dengan Ibu, bahkan hal-hal kecil dan sepele seperti kelangkaan ikan pindang atau bawang Bombay di pasar juga tak luput diceritakan padaku. 

Kedekatanku dan ibu bukan berarti tanpa pertengkaran. Ada kalanya ibu marah padaku, begitu pula sebaliknya, Aku terkadang ngambek pada ibu. Hanya karena hal-hal simple sebenarnya. Bukan hal yang baik memang ngambek pada ibu, tapi begitulah, seperti pada sahabat, semakin kita dekat, maka pasti ada hal-hal kecil yang dipertengkarkan. Kalau tidak ada yang dipertengkarkan, maka persahabatan itu perlu dipertanyakan. 




:: Berapa bintang yang kau beri? ::.

0

Cerita di Belakang Punggungmu

Posted by Faril Lukman in

"Eh, ternyata si fulan itu sukanya begini loh, dia itu emang nyebelin deh."
"Iya tuh, emang kelakuannya seperti itu. Cih."

Kau mungkin tak pernah tahu, aku yakin kau tak akan tahu. Betapa banyak cerita yang ditulis di punggungmu, bahkan oleh teman-teman terdekatmu, tak terkecuali aku juga pernah membaitkan di sebuah paragraf tipis. Beberapa tulisan yang menempel erat di punggungmu, setipis tinta mesin-cetak yang hampir habis, hingga kau tak menyadarinya. Andai kau menyadarinya, pasti akan butuh mata yang jeli dan akan merusak penglihatanmu, penglihatanmu terhadap orang-orang di sekitarmu.



:: Berapa bintang yang kau beri? ::.

3

K&D Learns Storytelling (11)

Posted by Pambayun Kendi in ,
Tugas ke luar kota. Ya, itu yang sedang saya lakukan sekarang. Memuluskan niat seorang pemodal akan sebuah properti investasi berkualitas. Menancapkan tiang-tiang kapitalisme yang, entahlah, hanya menguntungkan bagi segelintir orang. Sinisme? Apapun itu namanya. Toh, perasaan itu langsung hilang sewaktu sang investor menyorongkan amplop cokelat-marun. Maklum, turunan tuyul rambut panjang (jenglot dong?!). Tapi yang jelas, It’s kinda cool, tugas ke luar kota.
Sebuah kota yang bergerak menuju metropolitan di tepian barat Pulau Sumatera. Baru beberapa minggu, saya berharap akan ada perubahan nasib. Atau minimal perubahan karakter. Atau mungkin saja semua tinggal harapan.



:: Berapa bintang yang kau beri? ::.

6

Aku dan Mataku

Posted by Faril Lukman in
Apalah daya, pikiran tak akan mampu menggugat hati yang kadung menjadi keras karena himpunan, gumpalan, dan tumpukan kiasan dari orang lain ataupun dari kedengkian sendiri. Sepotong hati yang bedarah dan telah banyak muncul belatung karenanya.

Aku berjalan menikmati dunia di sekitar kerumunan orang; yang kukenal dan tak kukenal, yang kusapa dan tak (ingin) kusapa, yang kusering berbicara dengan dan tak ingin aku tersenyum padanya. Banyak tingkah dan aktivitas tersambar oleh mataku di mana selalu mencari detail yang diingini oleh hati, bukan pikiran. Sepotong perbuatan dan tindakan yang tampak di penglihatanku mengalirkan deru ke dalam hati. Menyampaikannya ke pikiran untuk diolah menjadi kata yang akan segera diungkapkan oleh lidah. Berharap akan kata yang bisa memuaskan hati segera terucap dan melayang di udara sebelum akhirnya disambut telinga teman dekatku.



:: Berapa bintang yang kau beri? ::.

0

Tua atau Dewasa

Posted by Unknown in ,
menjadi tua itu pasti
tapi menjadi dewasa itu pilihan
karena tua berdimensikan umur, sedangkan dewasa berdimensikan tanggung jawab

ketika dunia orang dewasa tak seindah angan-angan masa kecilmu
atau bahkan, sedikit mendekati pun tidak
inilah saatnya kau harus memilih
untuk menjadi dewasa atau tidak
untuk mengemban semua tanggung jawabmu atau melepasnya



:: Berapa bintang yang kau beri? ::.

2

Pelangiku Satu Warna

Posted by Faril Lukman in ,
"Kak, kog pelangi itu warna-warni ya?"
"Kalau cuma satu warna kan keliatan jelek. Kalau banyak warna gini kan keliatan lebih indah. Indah nggak pelangi itu?"
"Indah banget, kak. Warna-warni."

Penggalan canda dengan sepupuku yang masih 5 tahun semakin lekat di pikiranku. Apalagi di sini duduk sendiri di kursi paling ujung teras cafe. Ya, teras cafe dengan suasana ruang teras rumah tinggal, dengan kolam kecilnya, dengan tanaman merambatnya, dengan lantai marmer yang terkesan kuno, dengan rajutan bambu yang membayang, dengan jendela kayu tanpa cat, dengan gemericik air santunkan suasana. Tempat yang akhir-akhir ini selalu kukunjungi setiap Rabu sore sepulang lelah mencari uang. Rabu yang selalu sepi tak seperti hari lain. Rabu yang pengunjungnya hanya beberapa orang saja. Kenapa aku memilih Rabu yang sepi untuk ke cafe ini? Karena aku memang suka suasana sepi begini, lebih tenang untuk merenung, lebih senyap untuk berpikir, dan tentu saja sajian yang dipesan lebih cepat tiba di meja.



:: Berapa bintang yang kau beri? ::.

3

Salam Untuk Calon Ibu

Posted by Faril Lukman in ,
Janin adalah salah satu anugerah Tuhan yang hanya akan diberikan kepada wanita. Anugerah yang seharusnya menjadi indah, tapi dianggap sebagian wanita menjadi aib yang tak ingin diterimanaya. Tak seharusnya wanita menggugurkan janin yang ada di dalam rahimnya. Bagaimanapun juga, mereka adalah makhluk hidup yang dititipkan Tuhan. Kecuali Tuhan, tak ada yang tahu peran apa yang akan diberikan janin saat kelak dia dewasa.
Semoga tak ada lagi wanita yang tega menggugurkan janin dalam kandungannya. Semoga para pria juga menjadi Imam yang akan melindungi janin dalam kandungan wanitanya. Jika saja janin dapat berbicara...

*****
@Segara_13: Dear mom. Aku sayang bunda, meskipun aku hanya tercipta dari nafsu belaka. Sincerely, janin..
@tinussinulingga: Mama dulu bolos ya waktu guru SMP jelasin ttg kelahiran bayi? 9 bulan, Ma, bukan 9 minggu. Sinc, Janin



:: Berapa bintang yang kau beri? ::.

0

Seperti Adik Kecil yang Dibohongi

Posted by Faril Lukman in
Kau datang seperti seorang kakak bagiku; melindungiku, menolongku, membimbingku, menuntunku. Kita selalu tertawa bersama saat orang lain menghina keberadaanku, itu karena kau selalu menghiburku. Kau menjagaku dari mereka yang hendak memanfaatkanku dan menipuku. Mengarahkanku ke jalan yang baik agar kakiku tak basah oleh genangan air. Menyokongku agar tumbuh menjelma menjadi beringin yang kokoh  dalam pusaran angin.
Hidupku sangat tertolong oleh kehadiranmu, menyingkirkan mereka yang membodohiku, mengambil keuntungan dariku. Tanpamu, aku akan goyah ditimpa ombak samudera, merobohkan layar yang kukemudikan susah payah. Berkatmu, aku menjadi bintang yang mulai menampakkan sinarnya sendiri di gelapnya malam. Kehadiranmu memberikan asa yang tak akan pernah terputus meski waktu berhenti.



:: Berapa bintang yang kau beri? ::.

3

K&D Learns Story Telling (10)

Posted by Faril Lukman in ,
Bazarrr… eh, banzaiii akhirnya Mario mendapatkan pekerjaan. Untungnya tidak sampai seri ke-20 tulisan ini Mario sudah mendapatkan pekerjaan. Mario sekarang bekerja sebagai konsultan pengawas dimana tugasnya adalah, kurang lebih, mengawasi kinerja kontraktor pada sebuah proyek pembangunan. Sebuah pekerjaan dengan job description persis seperti yang selama ini di’buru’nya. Ya, Mario memang selama ini memburu pekerjaan lapangan. Bukannya apa-apa, adalah sebuah siksaan bagi Mario kalau harus berada pada ruang ber-AC dari jam 08.00 sampai 17.00. Mario alergi AC. Kalau berada di ruang ber-AC barang 30 menit saja, di kulitnya akan mulai muncul ruam-ruam ungu yang gatalnya minta ampun. Ruam tersebut lama-lama melebar ke seluruh tubuh menjadikan seluruh kulitnya ungu. Perlahan-lahan, Mario menjadi gendut dan tumbuh ekor. Tidak lama kemudian, Mario sudah telanjang. Mario berubah menjadi BARNEY!



:: Berapa bintang yang kau beri? ::.

8

K&D Learns Storytelling (9)

Posted by Faril Lukman in ,
Saya (kembali) diingatkan tentang betapa kuatnya efek dari kata-kata terhadap kehidupan manusia. Setidaknya ‘Sang Pemimpi’ dan ‘Negeri 5 Menara’ telah membuktikannya, film dan novel yang belakangan saya putar dan baca kembali. Jika kita melontarkan satu kata, depresi misalnya, maka perihal itulah yang akan terjadi pada diri kita, diharapkan atau tidak, sepanjang kita tidak merubahnya dengan kata yang lain. Akan semakin bertambah buruk (atau justru semakin baik) jika kata-kata tersebut berulang-ulang, berputar-putar di dalam kepala kita waktu demi waktu. Jadi, mulai saat ini berhati-hatilah ketika melontarkan kata-kata dari mulut kita, terutama yang berefek dua arah: bagi diri sendiri dan orang lain. Beruntung sahabat kita Mario menyadari hal ini lebih awal sebelum ia menghancurkan dirinya sendiri.



:: Berapa bintang yang kau beri? ::.

5

Kenapa Mobil Pejabat Didahulukan?

Posted by Faril Lukman in
Bagi yang sering menggunakan jalan raya, pasti tak asing dengan kondisi ini; mobil-pejabat mendapat prioritas lebih utama untuk menggunakan jalan dibanding pengguna-jalan yang lain. Entah itu saat mobil-pejabat menyeberang jalan, melewati jalan macet, atau bahkan melewati lampu merah sekalipun. Saya tak habis pikir kenapa mereka bisa melenggang dengan nyaman dan cepat sementara orang yang menggaji mereka (rakyat-red) harus berjibaku dengan kemacetan dan menghirup polusi lebih lama.



:: Berapa bintang yang kau beri? ::.

24

K&D Learns Storytelling (8)

Posted by Pambayun Kendi in ,
Jika aku menanamkan penderitaan di ladang kesabaran maka akan berbuah kebahagiaan. ~ Kahlil Gibran ~
Depresi, satu gambaran perih yang mewakili keadaan Mario saat ini. Tidak Kahlil Gibran. Tidak pula Chairil Anwar. Tidak ada yang mampu mengangkat jiwa Mario dari sumur keterpurukan untuk beberapa saat ini. Segala euforia yang telah dilaluinya dalam ‘berburu’ pekerjaan seakan sirna seperti hujan sehari yang menghapus panas setahun. Tidak juga Em. Mario mulai berfikir untuk melupakannya.



:: Berapa bintang yang kau beri? ::.

14

K&D Learns Storytelling (7)

Posted by Pambayun Kendi in ,
Mendapatkan pekerjaan, mungkin itu yang terpatri alamiah dan indah di lipatan benak ratusan lulusan perguruan tinggi di Indonesia; setiap tahunnya. Semakin bertambah, seperti semut saja  jumlah lulusan perguruan tinggi ini (ingat, semut memang dilahirkan untuk bekerja). Tidak ada yang terlalu salah dan terlalu benar, tetapi kenyataannya persaingan mendapatkan pekerjaan memang berat. Apalagi mendapatkan pekerjaan impian, sebuah pekerjaan yang digadang-gadang akan mampu memberikan jaminan kemapanan hingga tua kelak, disamping memuaskan diri sendiri secara batiniah melalui job description yang memang diidamkan. Semuanya indah ketika dibayangkan, semuanya bagus ketika memulai, dan semoga dapat bertahan hingga perjuangan pencarian usai.



:: Berapa bintang yang kau beri? ::.

4

Riuh Renyah Anak Kecil

Posted by Faril Lukman in
Ketika sedang membaca buku, aku dengar beberapa anak kecil yang bermain di dekat kolam ikan. Mereka sepertinya asik bercerita. Tiba-tiba ada yang nyeletuk; kita itu ada di dalam bumi atau di luar bumi? Langsung saja yang lain mulai menjawab sekenanya karena memang belum tahu benar. Ada yang menjawab di dalam bumi, di luar bumi, bahkan ada yang bilang kita itu di Indonesia, bukan di bumi. Kejadian ini mengingatkan aku bahwa dulu waktu kecil aku juga sepolos mereka. Sering berdebat dengan orang lain meski sama-sama salah dan tetap saja ngotot. Maklum, anak kecil memang kurang pengetahuannya dan gampang percaya dengan omongan orang, entah itu benar atau salah. Anak-anak mudah dipengaruhi oleh perkataan orang lain ataupun kejadian di sekitar. Bahkan dibohongi oleh temannya sendiri saja langsung percaya.



:: Berapa bintang yang kau beri? ::.

12

K&D Learns Storytelling (6)

Posted by Pambayun Kendi in ,
Februari adalah satu dari dua belas bulan (month) ketika bulan (moon) berhenti sejenak membiaskan warna kuning keemasan, berganti dengan bias merah jambu. Februari adalah bulan dimana semua roti di supermarket hanya tersedia dalam satu varian: roti isi cokelat. Februari adalah bulan dimana pisang, apel, alpukat, dan durian berganti rasa menjadi stroberi untuk sejenak. Februari adalah bulan dimana ayam potong merasa dirinya sebagai merpati putih yang anggun. Februari adalah bulan dimana semua bayi kurus yang lahir prematur bertransformasi menjadi bayi gendut dengan sayap dan busur. Februari adalah bulan dimana mawar tidak lagi tertabur di atas makam, melainkan menjadi hiasan pada rambut seorang gadis. Semua meng-aura-kan kasih sayang, sangat terasa di udara. Tak terkecuali bagi Mario, pria idaman semua pria.



:: Berapa bintang yang kau beri? ::.

Copyright © sedetik di bulan All rights reserved. Black Sakura | Faril Lukman | Nurul Rizki | Pambayun Kendi.
Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive