24

K&D Learns Storytelling (8)

Posted by Pambayun Kendi in ,
Jika aku menanamkan penderitaan di ladang kesabaran maka akan berbuah kebahagiaan. ~ Kahlil Gibran ~
Depresi, satu gambaran perih yang mewakili keadaan Mario saat ini. Tidak Kahlil Gibran. Tidak pula Chairil Anwar. Tidak ada yang mampu mengangkat jiwa Mario dari sumur keterpurukan untuk beberapa saat ini. Segala euforia yang telah dilaluinya dalam ‘berburu’ pekerjaan seakan sirna seperti hujan sehari yang menghapus panas setahun. Tidak juga Em. Mario mulai berfikir untuk melupakannya.

Mario mulai merasa Tuhan tidak lagi berpihak padanya. Tuhan seakan menjauhinya, membiarkannya terapung-apung di samudera kehidupan. Entah kapan datangnya sebuah sekoci yang lama dinantinya dalam gigil kedinginan. Tubuh pun mulai berkerut dan menjadi kurus, Mario belajar untuk berhenti berharap. Langkahnya gontai. Pandangannya tak lagi bercahaya. Kemeja putih polos yang dibelinya khusus buat wisuda, kini mulai menguning terkena matahari, buah dari usaha yang belum juga mendatangkan hasil. ‘Sang Pemimpi’ di kepalanya telah berganti dengan ‘Sarjana Muda’. Tuhan, kemanakah Engkau? Adakah Kau tetap di tempat-Mu?

Jam telah menunjukkan pukul 10.00. Matahari mulai mendekati tempat tertinggi. Panasnya mulai terasa, memaksa keluar bulir-bulir peluh di kening dan tubuh Mario. Mario berhenti sejenak dari perjalanannya. Ia mengambil tempat duduk di bawah sebatang pohon dekat sebuah warung makan. Mario lapar, tetapi kondisi keuangannya tidak memungkinkan baginya untuk makan tiga kali sehari. Ia harus makan dua kali sehari, pada jam 13.00 dan 19.30. Diturunkannya tas punggung untuk mengambil botol minuman, sembari mengintip berkas-berkas lamaran kerja di dalamnya. Tepat semeter di depannya, dua ekor ayam, jantan dan betina, dengan rakus mematuki sisa-sisa daging yang menempel di sepotong tulang ayam goreng bagian paha, yang baru saja dilempar dari jendela warung. Hidup memang kejam, sama seperti ayam-ayam itu. Mereka KANIBAL.

P.S: percakapan berikut terjadi antara Mario dan Si Ayam Jantan. Jangan tanya bagaimana caranya, karena hanya manusia depresi yang sanggup melakukannya. Jadi, jika kamu menginginkan skill ini, silakan depresi dulu. Mulailah dengan menganggur selama berbulan-bulan…
Mario    : Kok… kok… (Enak Yam?)
Ayam    : Kok.. kok, Kok… kok… kok? (Yaeyalah, menurut lo?)
Mario    : Kok… kok… kok… kok… kok… kok? (Tahu nggak yang kamu makan itu apa?)
Ayam    : Kok… kok… kok? (Emang apaan?)
Mario    : Kok.. kok... kok! Kok… kok… kok… kok? (Ayam goreng! Berarti kamu kanibal, dong?)
Ayam    : Kook… (Ooh…)
Mario    : Kok… kok… kok… kok… kok… kok? Kok… kok… kok… kok… Kok… kok… kok… kok… (Memangnya kamu nggak merasa berdosa, Yam, makan saudara sendiri? Sungguh kejamnya dirimu, Yam)
Ayam    : …
Mario    : Kok! (Yam!)
Ayam    : …
Mario    : K0kZ! (Y4mZ!)
Ayam    : …
Mario    : Kok, kok… kok… kok… kok… kok?  (Yam, denger nggak sih aku ngomong?!)
Ayam    : Kok… (Mar…)
Mario    : Kooook? (Apaaaa?)
Ayam    : kok… kok… kok… kok… kok! (AMBILIN KECAP DONG!)
Sumpah, itu ayam paling tidak berperasaan yang pernah diajak ngobrol Mario, berhubung Mario belum pernah ngobrol sama ayam lain. Setelah kenalan, ternyata nama Si Ayam Jantan adalah Ayamanto.

Tekanan batin dan pikiran negatif bertubi-tubi menghantam Mario dari berbagai arah yang sulit diantisipasi. Begitu hebatnya, hingga Mario merasa tidak sanggup menahan derita berkepanjangan. Pernah ia berpikir untuk mengakhiri hidup. Pernah juga, sekali dua kali pikiran tersebut lolos menjadi tindakan. Tempo hari Mario tiduran di rel kereta api. Ditunggunya hingga kereta api lewat untuk mengakhiri hidupnya. Satu jam, dua jam, tujuh jam, tak satupun kereta yang lewat. Mario kehausan. Mario dehidrasi. Mario kesal, sekesal-kesalnya, karena ia berniat untuk mati digilas kereta api, bukannya mati kering karena dehidrasi (amit-amit kalau sampai jadi jenglot). Jadi ingat iklan imut Afika dan temannya.
Temannya           : Afikaaa…
Afika                  : Iyaaa…
Temannya           : Ada yang baru nih
Afika                  : Apaaa?
Temannya           : Pake ini dulu ya, nanti dingin lho!
Afika                  :…
Temannya           : Ini dia oreo eskrim rasa orange…
Afika                  : Ha? JENGLOOOT?! (Afika butuh cotton bud)

Kembali ke Mario. Dengan muka merah padam menampung amarah dan efek panas matahari, Mario menuju stasiun terdekat. Di bagian informasi Mario menumpahkan kekesalannya pada seorang bapak tua.
“Gimana sih, Pak? Kok nggak ada kereta yang datang? Apa PT KAI nggak bisa kerja profesional? Malu-maluin negara aja” Mario berkata dengan suara tinggi.
“Wah maaf, Mas. Ada kereta tabrakan di Cirebon. Sampai sekarang masih proses evakuasi. Mas ndak denger pengumuman tadi?”
“Pengumuman apa? Kapan?”
“Ya… pengumuman soal tabrakan kereta, Mas. Sudah sejak pagi”
“Ooh…” Mario kecewa.
“Memangnya Mas mau ke mana? Surabaya?”
“Ah, nggak Pak. Maaf ya, Pak. Tadi saya marah-marah, sampai menghina PT KAI segala” Mario merasa bersalah.
“Ndak apa-apa, Mas. Lagian saya bukan pegawai PT KAI. Saya PORTIR”

Suatu sore, dalam kondisi depresi, Mario mampir ke Indomar#t. Awalnya tidak ada yang aneh, Mario mengambil beberapa sabun mandi sebagai (biasa) pelampiasan perasaannya. Entah kenapa sewaktu melewati sebuah rak, dimana di situ tergantung cutter berbagai ukuran, Mario seakan merasa ada energi yang merasukinya. Ada bisikan yang menelisik di kupingnya. Ambillah… ambillah… ambillah… begitu kira-kira suara cutter-cutter memangil Mario mesra. Tidak menunggu lama, Mario meraih cutter berwarna merah yang paling besar dan kemudian berjalan menuju kasir. Tekad Mario sudah bulat. Ia harus melakukan sesuatu dengan cutter tersebut.

Sesampainya di kosan, Mario segera mengeluarkan cutter dari kotaknya. Dipandanginya sejenak, didekat-dekatkan ke tangannya. Mario kemudian mengambil sebatang sabun dan dengan cutter di tangannya, ia meotong-motong sabun tersebut menjadi kubus-kubus kecil. Dengan sebuah garpu, Mario menyuap sabun tersebut ke mulutnya, persis seperti makan steak. Mario berniat mengakhiri hidupnya dengan makan sabun se-dramatis mungkin, tidak kalah dramatis-nya dengan harakiri orang Jepang. Satu suapan, dua suapan, Mario merasa ada yang kurang. Mario kembali lagi ke Indomar#t. Mario membeli SAUS SAMBAL.

Tiga jam kemudian, sabun di lambung Mario mulai bereaksi, bercampur dengan bakteri e-coli dan HCl. Cuma itu, karena Mario belum sempat makan apapun sejak pagi. Mario mengharapkan terjadinya efek pusing-pusing kemudian keluar busa dari mulutnya. Tetapi Mario salah, ia hanya merasa seperti kebelet p#op biasa. Mario berlari ke kamar mandi, lalu kemudian berjongkok di atas Mr. TOTO. Ternyata po#p-nya kali ini tidak seperti biasa, melainkan berupa gelembung-gelembung sabun yang keluar dari muara pembuangannya. Blup… blup… Blup… blup… Blup… blup, gelembung-gelembung sabun keluar berurutan dengan tempo cepat. Ruangan kamar mandi 1,8m x 1,5m dijejali dengan gelembung-gelembung sabun beraroma taman bunga, persis adegan dalam kartun Spongebob. Mario merasa berada di suatu tempat yang lain dengan sensasi ‘ringan’ yang juga lain. Mario bahagia. Mario skip.

Gagal dengan berbagai upayanya, Mario mengandalkan caranya yang terakhir, yakni google-ing. Berikut beberapa data yang berhasil dirangkum Mario tentang cara bunuh diri yang efektif:
  1. Loncat dari menara apartment
Cara ini tergolong klasik di kalangan manusia-manusia depresi. Terbukti dengan statistik ekspos yang tinggi di televisi. Dengan loncat dari menara apartment dengan ketinggian ≥13 lantai, tubuh korban (status sebenarnya adalah pelaku-korban) akan hancur dengan mengenaskan. Disarankan untuk tidak mengenakan celana dalam merah di luar legging dan jubah merah, karena anda akan dikira Superman gagal landing. Satu hal lagi, mohon dilunasi dulu cicilan apartment-nya, supaya tidak menyusahkan debt collector. Apalagi sampai menyusul ke alam kubur. Kasihan kan?
  1. Minum racun serangga
Racun serangga, racun tikus, atau racun apapun, bisa digunakan untuk mengakhiri hidup. Hanya saja kalau anda memilih racun tikus, anda harus mengeluarkan biaya ekstra untuk membeli ikan asin. Kenapa? Karena, tikus tidak akan mau makan racun kalau tidak ada umpan (sebenernya yang mau mati siapa sih?). Pilihlah racun serangga merek ‘kick’ karena ‘TIDAK ADA YANG LEBIH BAGUS DARI KICK, YANG LEBIH MAHAL BANYAK’. Tapi awas, jangan sampai tertukar dengan KICK FREDDY. Alih-alih mati, anda malah mendapat hadiah buku.
  1. Mengiris pergelangan tangan
Mengiris pergelangan tangan, tepatnya pada bagian urat nadi, akan membuat anda mati kehabisan darah dalam waktu beberapa saat, tergantung volume darah yang ada di tubuh anda. Disarankan untuk menampung darah anda dalam sebuah ember (lebih bagus lagi ember yang steril), karena selain tidak akan menyusahkan orang lain untuk mengepel lantai, anda bisa mendonorkan darah tersebut ke PMI. Anggap saja charity at the last minute. Anda senang, orang lain juga senang. Atau datang langsung ke tempat donor darah. Ketika ditanya ‘mau donor berapa kantong, Pak?’. Jawab ‘seratus kantong!’.
  1. Makan sabun
Sebagai contoh, sabun HIDUPBUOY, mengandung bahan-bahan, seperti: Sodium Palmate, Sodium Palm Kernelate, Sodium C12-C18 Alkyl Sulfate, Sodium Chloride, dll. Bahan-bahan tersebut sangat ampuh untuk membunuh kuman. Bayangkan, KUMAN YANG SANGAT KECIL SAJA BISA MATI, APALAGI KITA MANUSIA. Mungkin kematian sang kuman disebabkan oleh ketidakmampuan otaknya menangkap rumus-rumus kimia yang rumit. Maka, cara ini paling ampuh bagi mereka yang sejak SMA sangat benci dengan mata pelajaran Kimia.
Mario pernah mencoba cara ini, tetapi tidak berhasil. Mungkin ia harus mempertimbangkan cara komplementer. Misalnya, makan sabun sambil loncat dari apartment lantai 13. Akan lebih ampuh, sewaktu tubuh melayang di udara, sambil meneriakkan tagline dengan berirama: CARA SEHAT UNTUK MANDI MATI….
  1. Menabrakkan diri pada alat transportasi
Bus, mobil, Angkot, kereta api, kapal laut, pesawat terbang, sepeda motor, andong, becak, dan sepeda merupakan beberapa contoh alat transportasi. Semua alat transportasi tersebut beresiko menyebabkan kematian dengan jalan menabrak, ditabrak, atau tabrakan. Namun, tetap saja ada alat yang populer dan tidak populer. Misalkan, banyak orang bunuh diri dengan menabrakkan dirinya ke kereta api yang sedang melaju, tetapi sedikit sekali orang yang bunuh diri dengan menabrakkan dirinya ke sepeda. Sepeda? Ya, sepeda. Cukup ampuh bagi kaum termarjinalkan. Kronologisnya: ditabrak sepeda, dilarikan ke rumah sakit, diobati, sembuh, ditagih biaya rumah sakit, tidak mampu membayar, stres, MATI.
Menabrakkan diri ke kereta api, seperti yang telah disebutkan, adalah cara yang paling populer dalam bidang perbunuhdirian dengan alat transportasi. Cara ini memang sangat efektif dalam mendatangkan kematian. Sekitar dekade 80-an dan 90-an awal, menabrakkan diri ke bemo merupakan cara bunuh diri paling populer di kalangan khusus perempuan-perempuan kaum ekonomi sulit (sekarang bemo sudah jarang, bahkan menghilang). Caranya pun cukup unik. Mungkin karena takut, perempuan-perempuan ini membelakangi bemo yang sedang melaju kencang. Alhasil, bagian ‘mulut’ bemo yang maju meninggalkan bekas lubang pada punggung perempuan-perempuan tersebut. Jadilah mereka sundel bolong, lalu diajak main film sama Suzanna. Kesulitan ekonomi teratasi.
  1. Bakar diri
Bunuh diri dengan cara bakar diri jelas yang paling heboh, paling ramai. Lebih ramai dari ‘pecahkan saja gelasnya biar ramai’. Coba pikirkan, kalau pelaku bunuh diri berada pada lokasi perumahan/perkampungan padat penduduk, apinya bisa bisa merambat ke mana-mana dan mambakar rumah-rumah yang lain. Penduduk pada ramai berlarian ke luar rumah, menyelamatkan segala harta benda mereka. Pemadam kebakaran dengan sirine ‘ngiung-ngiung’ menambah ramai suasana. Belum dihitung yang cuma nonton doang.
Kalaupun dilakukan di tempat yang sepi dan jauh dari keramaian, tetap berpotensi mengundang keramaian. Minimal, beberapa menit setelah proses bakar diri berlangsung. Karena bau daging terbakar yang terbawa angin akan cepat merambah ke rumah-rumah tetangga dan mengundang mereka untuk datang (bandingkan dengan mati biasa, baru beberapa hari/minggu kemudian para tetangga akan mencium bau menyengat). Dikiranya acara barbecue. Jadi, jika berniat bunuh diri dengan cara ini, sebaiknya memperhatikan tanggal-tanggal tertentu yang biasa dirayakan, misalnya: tahun baru tanggal 1 Januari, valentine 14 Februari, atau hari buruh sedunia 1 Mei. Sebaiknya juga jangan menyiramkan bensin ke tubuh, gantilah dengan minyak goreng dan kecap. Dengan demikian akan lebih sedap baunya.
  1. Merokok
Semua orang di seluruh dunia tahu kalau merokok merugikan kesehatan. Pemerintah pun telah memperingatkan, bahwa ‘merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi, dan gangguan kehamilan dan janin’. Penyakit-penyakit tersebut, terutama dua penyakit yang disebutkan paling depan, adalah penyakit-penyakit yang membawa manusia ke jurang kematian. Dua dibelakangnya membawa manusia ke AMBANG KEPUNAHAN.
Jadi, jika ada seseorang merokok, berarti orang tersebut telah merencanakan kematiannya dalam jangka waktu tertentu secara sistemik. Boleh saja mereka berdalih untuk mengurangi stres, tetapi juga mengurangi umur. Stres adalah awal depresi. Depresi tidak tersalurkan bisa menjadi penyebab bunuh diri. Mengurangi stres dengan rokok berarti mengurangi umur (yeah, whatever. Bingung ngejelasinnya). Intinya, kalau mau mati lebih cepat, tinggal ganti tembakaunya dengan BATU BARA.
  1. Makan nasi goreng
Makan nasi goreng bisa menyebabkan kematian seketika kalau makannya di tengah jalan tol (wadda street joke, kriukkk).

Demikian beberapa cara bunuh diri yang dirangkum Mario. Tidak hanya merangkum, Mario berniat mengembangkan cara-cara lainnya. Ia berharap dengan cara-cara kembangannya, ia dapat menulis buku dan mendapat royalti. Lha, kalau angka kematian meningkat gara-gara tulisannya? Ternyata Mario sama kejamnya dengan Ayamanto.

Setelah duduk sejenak, Mario memutuskan untuk melanjutkan kembali perjalanannya. Ia lewati saja dua ekor ayam yang masih sibuk dengan makanannya. Kali ini, ayam-ayam itu sedang sibuk mematuk-matuk sisa daging yang melekat pada tulang sapi. Tidak cukup memakan sesama ayam, mereka juga makan sapi. Memang benar-benar kejam. Sama kejamnya dengan stasiun-stasiun TV yang menyuguhkan video dari youtube kepada pemirsanya. Makan gaji buta mereka. Meraup keuntungan dengan jalan pintas yang… sebenarnya biasa saja. Cuma kita yang terlalu naif masih mau menonton acara itu.

Baru beberapa langkah berjalan, sebuah mobil boks bertuliskan ‘Turtle Ice’ melintas di depan Mario.  Ia perhatikan sejenak gambar kura-kura hijau tersenyum sambil mengangkat jempolnya. Kura-kura adalah binatang yang terkenal dengan jalannya yang lambat, tetapi kura-kura tidak pernah berhenti. Ia terus berjalan, membawa beban berat di punggung, sampai tiba di tujuan yang dikehendakinya. Kura-kura tidak pernah mengeluh, apalagi menyalahkan Tuhan. Kura-kura cuma melakukan bagiannya, yaitu berusaha sekuat tenaga. Di satu kisah bahkan kura-kura mampu mengalahkan kelinci dalam lomba lari dengan kegigihannya. Mario berpikir, ia lebih segala-galanya dari kura-kura. Lebih pintar, lebih kuat, lebih tinggi, bahkan lebih tampan. Ada semacam perasaan panas di dadanya seketika. Mario menjadi bergairah. Sekarang Mario tidak berjalan. Mario berlari.
***

Sekali-sekali pengen juga kaya anak-anak gaul, makanya nulis ini:
GUE NGGAK PERLU NGERASAIN PUNYA ORANG TUA LAIN BUAT BILANG KALO GUE PUNYA (DUA) ORANG TUA PALING BAIK SEDUNIA. KALO LO?
Beri semangat buat Mario dengan leave a comment. Atau follow @KnD_Mario


Thanks for reading,
K&D
               




:: Berapa bintang yang kau beri? ::.

24 Comments

Posting Komentar

Copyright © sedetik di bulan All rights reserved. Black Sakura | Faril Lukman | Nurul Rizki | Pambayun Kendi.
Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive