Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
0

Berterusteranglah

Posted by Faril Lukman in
Kubaca,
Berapa ekor yang masih tersisa darimu
Yang belum sempat kau putus
Yang belum sempat kau bakar
Yang belum sempat kau hilangkan bekasnya



:: Berapa bintang yang kau beri? ::.

1

Sebelum Aku Ikhlas

Posted by Faril Lukman in
Aku melanggarmu dua kali
Karena mereka mengikatkan tali
Bukan, sebenarnya karena diriku sendiri
Karena diriku sendiri

Aku meninggalkanmu di pagi hari
Karena mereka terlalu malam menemani
Bukan, sebenarnya karena kelakuanku sendiri
Tak mau bangun dan memilih berselimut lagi



:: Berapa bintang yang kau beri? ::.

0

Forget Jakarta - Adhitia Sofyan

Posted by Unknown in
I’m waiting in line to get to where you are
Hope floats up high along the way
I forget Jakarta
All the friendly faces in disguise
This time, I’m closing down this fairytale

And I put all my heart to get to where you are
Maybe it’s time to move away
I forget Jakarta
And all the empty promises will fall
This time, I’m gone to where this journey ends



:: Berapa bintang yang kau beri? ::.

3

Tulang Rusukku-kah Engkau?

Posted by Faril Lukman in
Aku yakin kau bukanlah cacing pita
Tapi kenapa kau berkembang di hatiku?
Terkadang membalutnya dengan indah
Terkadang melubanginya sesukamu

Aku yakin kau bukanlah virus kanker
Tapi kenapa kau selalu di pikiranku?
Terkadang menghadirkan imajinasi indah
Terkadang melemahkanku



:: Berapa bintang yang kau beri? ::.

0

Ratu Drama

Posted by Faril Lukman in
Dia letakkan tangan di atas kepala setiap manusia
Meraba hulu pikiran yang tersisa
Dijangkaunya mimpi dan asa
Tertebak, terbaca, semua

Susupi jalan berongga dalam serabut pikiran
Rasukinya perlahan
Seperti langit yang dirundung awan
Awal datangnya mendung perlahan



:: Berapa bintang yang kau beri? ::.

2

Tentangmu

Posted by Faril Lukman in
Hentakkan tanah mulutku bergumam
Tangisi amarahmu yg kuredam
Diam
Aku menerimanya dalam diam

Tak seperti sewaktu masih tunas
Ketika kita bisa bicara bebas
Tak adakah satu bekas,
Yang teringat meski terbatas?



:: Berapa bintang yang kau beri? ::.

2

Senandung Bumi dan Mars

Posted by Faril Lukman in
"Benarkah suatu saat nanti manusia bisa tinggal di Mars?" tanyaku
Begitulah percakapan pertama kita dulu
Ku selami aliran waktu
Untuk menemukan kembali arti rindu

Rindu yang tercipta dalam sekali pertemuan
Sisakan bayang tak terlukiskan
Menyebut namamu pun membuat keringatku bercucuran
Bukanlah jarak yang ternyata memisahkan



:: Berapa bintang yang kau beri? ::.

2

Bimbang Di Samudera Luas

Posted by Faril Lukman in
Samudera menggenang dengan tenang
Riak tak terlihat sedikitpun meski angin menerjang
Damai dalam petang
Hanya ada sedikit tanda dari para bintang

Sampanku tergerak oleh angin mengalir
Sedikit ayunkan dayung berulir
Menggapai setiap jalur dan rencana yang terpikir
Tanpa tahu di mana tujuan akhir



:: Berapa bintang yang kau beri? ::.

0

Kau dan Aku

Posted by Faril Lukman in
Aku tak pernah tahu bagaimana akhir semua ini
Pun kau tak tahu mana yang lebih baik terjadi

Aku menemukanmu dan terpesona oleh kata-katamu
Kau merasa nyaman untuk bercerita padaku

Aku menyapa untuk menjagamu dari terik
Kau berharap 'tuk temukan matahari terbaik

Aku berusaha untuk menyembuhkanmu dari luka
Kau tetap berbalik dan nyaman dengan suasana lama



:: Berapa bintang yang kau beri? ::.

5

Dimensi Waktuku

Posted by Faril Lukman in
Aku melangkah sambil melompat riang
Di awal senja meninggalkan siang
Terkatung-katung menunggu malam tak kunjung datang
Di tengah-tengah kedamaian petang
Senyum tawaku bersama langkah terbentang

Kupalingkan wajah ke belakang jalan
Matahari berkata pelan
"Aku akan segera pergi, kawan,
cukuplah aku menjadi sebuah kenangan,
jangan pernah lupakan canda kita bersama awan"



:: Berapa bintang yang kau beri? ::.

9

Bingkisan Rindu

Posted by Faril Lukman in
Percikan gerimis hari kemarin masih membekas
Di payung lusuhku yang bergagang cemas
Meneteskan rindu
Membasahi lamunku

Oh, awan di langit...
Belum juga payungku lepas dari tangisanmu kemarin
Kenapa sekarang kau bertumpuk lagi?
Menyudahi cahaya matahari yang ingin ke bumi
Membuat murung hatiku semakin menjadi



:: Berapa bintang yang kau beri? ::.

2

Salam Untukmu

Posted by Unknown in
ada beberapa asa yang tak mungkin jadi nyata
asa yang akan tetap pada bentuknya yang hakiki
tapi meski tahu tak ada satu manusia pun yang bisa menolong
dan tak ada teknologi yang bisa menjembatani
namun ratusan hari tetap dihabiskan untuk terus berharap

rindu yang tak mampu terbendung lagi
ruang hati yang tak sanggup menampung lara nya
jiwa yang makin redup karena habis daya
karena langkah yang tersendat pada persimpangan asa dan realita



:: Berapa bintang yang kau beri? ::.

12

Lamunanku Tentangmu

Posted by Faril Lukman in
Sebingkai gunung dan wajah
Kutemukan dalam dekapan lembar buku
Lusuh
Tapi tidak dengan maknanya
Kunci untuk menghidupkan mesin waktuku
Menuju enam atau tujuh lapis masa

Senyummu yang sebatas asa
Karena aku mengingatnya dengan caraku sendiri
Agar terjaga di luar radius pandang
Agar nyamanku tak mengusikmu
Kau tak keberatan kan?



:: Berapa bintang yang kau beri? ::.

3

I wonder if ...

Posted by Black Sakura in
I am about to picture your smiley face, my Dear...
But a thick haze blurs it away...
I am about to hear you whisper my name, my Dear...
But drizzle of booms are pounding in the sky...
I am sitting in this silent peaceful place, my Dear...
But my heart clings on you facing the war far away....

The time is ticking so slowly, as if it is gonna stop at any time.
So is my heart beat.
I wonder which of your skin wounded,
I wonder which of your bones broken,
I wonder which of your body bled,
I wonder ...



:: Berapa bintang yang kau beri? ::.

15

Sebuah Kisah Tentang Dirinya

Posted by Faril Lukman in
Biarkan aku bercerita tentang seseorang yang tersenyum pilu
Yang berdiri diam di bawah payung biru
Sibukkan diri dengan lamunan ragu
Terdiam, merenung, terbisu
Dalam bingkai sebuah lagu sendu

Dia berucap resah tentang bintang
Yang hanya muncul di waktu pagi dan petang
Kutahu dia begitu senang
Di saat bintang yang dirindunya datang
Oh, wajahnya menjadi cemerlang
Oh, matanya begitu berbinar terang



:: Berapa bintang yang kau beri? ::.

0

Tua atau Dewasa

Posted by Unknown in ,
menjadi tua itu pasti
tapi menjadi dewasa itu pilihan
karena tua berdimensikan umur, sedangkan dewasa berdimensikan tanggung jawab

ketika dunia orang dewasa tak seindah angan-angan masa kecilmu
atau bahkan, sedikit mendekati pun tidak
inilah saatnya kau harus memilih
untuk menjadi dewasa atau tidak
untuk mengemban semua tanggung jawabmu atau melepasnya



:: Berapa bintang yang kau beri? ::.

4

Tak Mau Kau di Dekatku

Posted by Faril Lukman in
Kau selalu datang saat aku mulai berdiri
Menyibakkan daun telingaku sebelah kiri
Membisikkan kata yang tak kupahami
Tapi langsung berada di hati
Seperti kata itu memang berasal dari diri ini
Kuakui memang kaulah yang paling ahli

Kau menuduhku mengusirmu saat kuangkat telapak tangan
Membuatmu merasa panas berserakan
Di sekitarmu, kadang di belakang, kadang di bagian depan



:: Berapa bintang yang kau beri? ::.

2

Nyata Mimpiku

Posted by Faril Lukman in
Lelahku bukan karena menyerah, bukan karena jalanku yang terbelah.
Lelahku takkan muncul meski langit pecah.
Semangatku seperti berjalan di atas padang pasir. Melihat oase yang sejuk, membuat fatamorgana nyata.
Tubuhku tegap berdiri, menikmati khayal dibias semilir pagi.
Akalku semakin kuat, seluruh isinya tertumpah di bumi.
Pikiranku merajalela, menjadikan dunia di bawah kendali.
Kakiku menancap kokoh, dunia jadi pijakan yang nyaman.
Auraku menyebar menyelimuti udara, sebarkan racunku yang menginfeksi dunia.
Kelamku terhapus sudah, bintang terjauh meredup berganti bintang terdekat.
Kabutku sirna tertembus, memudar, menghilang, lenyap diusir cahaya.
Dinginku terserap, menguap, dikalahkan oleh hangatnya fajar.



:: Berapa bintang yang kau beri? ::.

2

Dunia dan Aku

Posted by Faril Lukman in
Aku hidup dalam diam
Di atas panggung yang riuh menyapa
Penuh siul mengiringi tiap tarian
Renyah nyanyian dalam tiap langkah mereka
Tubuhku tetap terbungkus halus di tepian



:: Berapa bintang yang kau beri? ::.

4

Kuharap Kau Datang

Posted by Faril Lukman in
Sesorang berkata padaku,
"Tunggu aku di situ,
Aku sedang berada di persimpangan yang membuatku ragu"
Kujawab, "Aku akan di sini menunggumu,
di bawah payung ungu yang kau pinjamkan padaku"



:: Berapa bintang yang kau beri? ::.

Copyright © sedetik di bulan All rights reserved. Black Sakura | Faril Lukman | Nurul Rizki | Pambayun Kendi.
Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive