2

Salam Untukmu

Posted by nurul rizki in
ada beberapa asa yang tak mungkin jadi nyata
asa yang akan tetap pada bentuknya yang hakiki
tapi meski tahu tak ada satu manusia pun yang bisa menolong
dan tak ada teknologi yang bisa menjembatani
namun ratusan hari tetap dihabiskan untuk terus berharap

rindu yang tak mampu terbendung lagi
ruang hati yang tak sanggup menampung lara nya
jiwa yang makin redup karena habis daya
karena langkah yang tersendat pada persimpangan asa dan realita

bahwa rindu adalah rasa sakit
yang hanya bisa terobati dengan pertemuan
atau sekedar dengan mendengar suara nya
hanya untuk tahu bahwa yang dirindu baik saja

dan mendendamlah rinduku kini
mendapati kenyataan yang terdadah di hadapanku
rinduku tak dapat bertemu penawarnya
aku tak bisa mengalami pertemuan denganmu
bahkan untuk sekadar mendengar suara mu pun mustahil

tak ada jalan yang bisa dilalui
tak ada cara yang mungkin ditempuh
tak ada alat yang berhasil membantu
karena tak ada dimensi yang mampu merambah jarak antara kita
tidak ruang, masa, juga gelombang suara

mungkin hanya lewat isyarat
dan doa yang terlalu dalam
yang bisa melipur rinduku
yang bisa meyakinkan batinku
bahwa engkau baik saja di tempatmu kini
bersama Ia yang memilikimu

maka, kuselipkan salam di tiap pertiga malamku
kepada Ia, satu-satunya yang sanggup menyampaikan salamku untukmu



untuk mengenang 139 hari perginya Alm. Mbah Kung



:: Berapa bintang yang kau beri? ::.

2 Comments

Posting Komentar

Copyright © sedetik di bulan All rights reserved. Black Sakura | Faril Lukman | Nurul Rizki | Pambayun Kendi.
Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive