Tampilkan postingan dengan label storytelling. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label storytelling. Tampilkan semua postingan
0

K&D Learns Storytelling 14

Posted by Faril Lukman in ,

Wanita muda dan jejaring sosial, merupakan fenomena yang cukup menarik yang terjadi di masyarakat belakangang ini. Pasalnya fenomena ini mirip dengan fenomena gunung es/iceberg tapi di balik. Yang terlihat lebih besar (kualitas, intensitas, akriditas, dll) daripada kondisi sebenarnya.

Sekarang sudah banyak masyarakat atau orang-orang awam yang memiliki kamera SLR. Agaknya hobi fotografi sudah menjadi tren tersendiri. Sudah tidak eksklusif lagi. Dulu, sewaktu masih kuliah Arsitektur, saya ingin sekali memiliki sebuah kamera SLR. Karena harganya relatif mahal, saya merutinkan diri menabung setiap hari. Tidak banyak yang bisa saya tabung, hanya 500 rupiah saja. Tidak apa-apa, sedikit demi sedikit lama-lama jadi bukit. Dengan tekad saya menabung tersebut, saya akan memiliki kamera SLR kira-kira setelah 66 tahun. Memang hanya tekad yang akan membuat saya memiliki kamera SLR.



:: Berapa bintang yang kau beri? ::.

0

K&D Learns Storytelling 13

Posted by Faril Lukman in ,
PROLOG:
Di suatu sore pada hari Jumat, Mario baru saja pulang dari bekerja. Agak istimewa rasanya bisa pulang sore seperti ini. Apalagi cuaca sedang cerah. Mario memarkir sepeda motor di halaman dan sesaat meregangkan otot-otot. Berkendara selama 45 menit cukup melelahkan, apalagi sambil menggendong backpack.  Demi mengetahui kedatangan Mario, adiknya yang perempuan segera menghampiri. Sepertinya si remaja ini sedang ada keinginan.
Adik saya : Bang, beliin handphone android dong, Bang. Yang layar sentuh gitu?
Dengan ekspresi wajah lelah-berdebu dan tatapan mata kosong  Mario berusaha mencerna permintaannya.
Mario : Ha?
Adiknya : Android Bang, android…
Mario : Ha? Android?
Adiknya : Iya Bang. Yang bisa Facebook, twitter, instagram… pokoknya banyak deh. Sosial media bang
Wuk… wuk… wuuu… wukk… Wuk… wuk… wuuu… wukk… percakakapan terputus akibat suara yang agak gaduh. Dengan ekspresi dan tatapan yang tak berubah, Mario melongok ke belakang, ke backpack.
Adiknya : Suara apan tuh Bang?
Mario : Oh, ini Pak Menejer telpon
telpon



:: Berapa bintang yang kau beri? ::.

0

K&D Learns Storytelling 12

Posted by Faril Lukman in ,
Gantungkanlah cita-citamu setinggi langit diangkasa, lalu berusahalah dengan sungguh-sungguh untuk menggapainya. Ungkapan tersebut tidak ada hubungannya dengan tulisan di bawah ini.

Kalau orang bilang proyek itu adalah sumber uang masuk, mungkin ada benarnya. Terutama pada waktu proyek akan dimulai dan ketika selesai atau mendekati serah terima. Pada kedua tipe waktu tersebut uang berseliweran seperti sinyal wi-fi. Yang demikian itu sama sekali bukan indikasi korupsi. Cuma perilaku kolusi biasa. Tidak lebih. Dan percayalah, saya tidak pernah meminta-minta uang seperti itu. Hanya saja biasanya mereka memberi dengan ikhlas. Itupun setelah saya mengancam akan lompat dari puncak gedung.



:: Berapa bintang yang kau beri? ::.

3

K&D Learns Storytelling (11)

Posted by Pambayun Kendi in ,
Tugas ke luar kota. Ya, itu yang sedang saya lakukan sekarang. Memuluskan niat seorang pemodal akan sebuah properti investasi berkualitas. Menancapkan tiang-tiang kapitalisme yang, entahlah, hanya menguntungkan bagi segelintir orang. Sinisme? Apapun itu namanya. Toh, perasaan itu langsung hilang sewaktu sang investor menyorongkan amplop cokelat-marun. Maklum, turunan tuyul rambut panjang (jenglot dong?!). Tapi yang jelas, It’s kinda cool, tugas ke luar kota.
Sebuah kota yang bergerak menuju metropolitan di tepian barat Pulau Sumatera. Baru beberapa minggu, saya berharap akan ada perubahan nasib. Atau minimal perubahan karakter. Atau mungkin saja semua tinggal harapan.



:: Berapa bintang yang kau beri? ::.

3

K&D Learns Story Telling (10)

Posted by Faril Lukman in ,
Bazarrr… eh, banzaiii akhirnya Mario mendapatkan pekerjaan. Untungnya tidak sampai seri ke-20 tulisan ini Mario sudah mendapatkan pekerjaan. Mario sekarang bekerja sebagai konsultan pengawas dimana tugasnya adalah, kurang lebih, mengawasi kinerja kontraktor pada sebuah proyek pembangunan. Sebuah pekerjaan dengan job description persis seperti yang selama ini di’buru’nya. Ya, Mario memang selama ini memburu pekerjaan lapangan. Bukannya apa-apa, adalah sebuah siksaan bagi Mario kalau harus berada pada ruang ber-AC dari jam 08.00 sampai 17.00. Mario alergi AC. Kalau berada di ruang ber-AC barang 30 menit saja, di kulitnya akan mulai muncul ruam-ruam ungu yang gatalnya minta ampun. Ruam tersebut lama-lama melebar ke seluruh tubuh menjadikan seluruh kulitnya ungu. Perlahan-lahan, Mario menjadi gendut dan tumbuh ekor. Tidak lama kemudian, Mario sudah telanjang. Mario berubah menjadi BARNEY!



:: Berapa bintang yang kau beri? ::.

8

K&D Learns Storytelling (9)

Posted by Faril Lukman in ,
Saya (kembali) diingatkan tentang betapa kuatnya efek dari kata-kata terhadap kehidupan manusia. Setidaknya ‘Sang Pemimpi’ dan ‘Negeri 5 Menara’ telah membuktikannya, film dan novel yang belakangan saya putar dan baca kembali. Jika kita melontarkan satu kata, depresi misalnya, maka perihal itulah yang akan terjadi pada diri kita, diharapkan atau tidak, sepanjang kita tidak merubahnya dengan kata yang lain. Akan semakin bertambah buruk (atau justru semakin baik) jika kata-kata tersebut berulang-ulang, berputar-putar di dalam kepala kita waktu demi waktu. Jadi, mulai saat ini berhati-hatilah ketika melontarkan kata-kata dari mulut kita, terutama yang berefek dua arah: bagi diri sendiri dan orang lain. Beruntung sahabat kita Mario menyadari hal ini lebih awal sebelum ia menghancurkan dirinya sendiri.



:: Berapa bintang yang kau beri? ::.

24

K&D Learns Storytelling (8)

Posted by Pambayun Kendi in ,
Jika aku menanamkan penderitaan di ladang kesabaran maka akan berbuah kebahagiaan. ~ Kahlil Gibran ~
Depresi, satu gambaran perih yang mewakili keadaan Mario saat ini. Tidak Kahlil Gibran. Tidak pula Chairil Anwar. Tidak ada yang mampu mengangkat jiwa Mario dari sumur keterpurukan untuk beberapa saat ini. Segala euforia yang telah dilaluinya dalam ‘berburu’ pekerjaan seakan sirna seperti hujan sehari yang menghapus panas setahun. Tidak juga Em. Mario mulai berfikir untuk melupakannya.



:: Berapa bintang yang kau beri? ::.

14

K&D Learns Storytelling (7)

Posted by Pambayun Kendi in ,
Mendapatkan pekerjaan, mungkin itu yang terpatri alamiah dan indah di lipatan benak ratusan lulusan perguruan tinggi di Indonesia; setiap tahunnya. Semakin bertambah, seperti semut saja  jumlah lulusan perguruan tinggi ini (ingat, semut memang dilahirkan untuk bekerja). Tidak ada yang terlalu salah dan terlalu benar, tetapi kenyataannya persaingan mendapatkan pekerjaan memang berat. Apalagi mendapatkan pekerjaan impian, sebuah pekerjaan yang digadang-gadang akan mampu memberikan jaminan kemapanan hingga tua kelak, disamping memuaskan diri sendiri secara batiniah melalui job description yang memang diidamkan. Semuanya indah ketika dibayangkan, semuanya bagus ketika memulai, dan semoga dapat bertahan hingga perjuangan pencarian usai.



:: Berapa bintang yang kau beri? ::.

12

K&D Learns Storytelling (6)

Posted by Pambayun Kendi in ,
Februari adalah satu dari dua belas bulan (month) ketika bulan (moon) berhenti sejenak membiaskan warna kuning keemasan, berganti dengan bias merah jambu. Februari adalah bulan dimana semua roti di supermarket hanya tersedia dalam satu varian: roti isi cokelat. Februari adalah bulan dimana pisang, apel, alpukat, dan durian berganti rasa menjadi stroberi untuk sejenak. Februari adalah bulan dimana ayam potong merasa dirinya sebagai merpati putih yang anggun. Februari adalah bulan dimana semua bayi kurus yang lahir prematur bertransformasi menjadi bayi gendut dengan sayap dan busur. Februari adalah bulan dimana mawar tidak lagi tertabur di atas makam, melainkan menjadi hiasan pada rambut seorang gadis. Semua meng-aura-kan kasih sayang, sangat terasa di udara. Tak terkecuali bagi Mario, pria idaman semua pria.



:: Berapa bintang yang kau beri? ::.

10

K&D Learns Storytelling (5)

Posted by Pambayun Kendi in ,
Beberapa tahun belakangan, saya mulai merasa bahwa hidup saya selalu di penuhi dengan angka tiga dan satu. Mungkin karena saya memang terlahir pada tanggal 31 Januari, atau entahlah. Yang jelas, saya menjadi sedemikian terobsesi. Contoh yang paling gamblang adalah saya menamatkan SMP selama TIGA tahun, demikian juga dengan SMA, juga tiga tahun. Ajaib kan? Selain itu, saya juga memiliki SATU ekor kucing peliharaan dan SATU keping DVD film ‘Pursuit of Happyness’ meskipun bukan yang asli. Tidak berhenti sampai di situ, saya mencoba terus menggali dan menggali untuk kemudian menemukan sejumlah fakta: sholat maghrib TIGA rakaat dan naik haji wajib SATU kali seumur hidup.



:: Berapa bintang yang kau beri? ::.

10

K&D Learns Storytelling (4)

Posted by Pambayun Kendi in ,
COGITO ERGO SUM, aku berfikir maka aku ada. 
Demikian eksistensi manusia dijelaskan oleh Descartes. Sebagai manusia dengan kondisi pemikiran yang normal (dan selalu eksis), saya mencoba untuk mengetengahkan suatu wacana tentang mengapa peringkat pendidikan Indonesia masih saja berada pada posisi yang belum membanggakan. Perguruan-perguruan tinggi di Indonesia masih segan, jika harus disandingkan dengan universitas-universitas di Eropa, Amerika, Jepang, atau bahkan Singapura dan Malaysia. Apa ya, kira-kira penyebabnya? Mari kita cermati percakapan berikut:
Mahasiswa A : mau ke mana Sob?
Mahasiswa B : makan
Mahasiswa A : di mana?
Mahasiswa B : KUCINGAN



:: Berapa bintang yang kau beri? ::.

12

K&D Learns Storytelling (3)

Posted by Pambayun Kendi in ,
Mari kita buka cerita kali ini dengan mencoba berfikir dari sudut pandang yang berbeda. Selama ini kita memahami bahwa Malin Kundang (sebuah legenda terkenal dari kota Padang) adalah contoh yang selalu terangkat untuk menerangkan akibat yang dialami oleh anak durhaka. Malin kundang dikutuk oleh ibunya menjadi batu karena kedurhakaannya.

Bahwasannya Malin Kundang merupakan anak durhaka, bisa jadi benar adanya. Tapi, apakah kita pernah berfikir bahwa Malin Kundang-pun sebenarnya adalah korban: korban dari ibunya yang temperamental (thanks to The Panas Dalam: Malin Kundang in Memoriam). Apalagi Malin Kundang adalah seorang lelaki.  Secara tidak langsung legenda ini men-diskredit-kan kaum lelaki dan meninggikan moral wanita. Ada apa dengan kesetaraan gender? Ada yang bisa kasih tahu saya legenda yang menceritakan seorang anak perempuan yang dikutuk karena durhaka kepada bapaknya? Ada apa dengan ‘kasih ibu kepada beta tak terhingga sepanjang masa, hanya memberi, tak harap kembali, bagai sang surya menyinari dunia?’.  Jadi, faktanya: kami, para lelaki, adalah KAUM YANG TIDAK SUKA MENGUTUK.



:: Berapa bintang yang kau beri? ::.

20

K&D Learns Storytelling (2)

Posted by Pambayun Kendi in ,
Kalau anda pernah melihat di adegan sinetron, FTV, atau bahkan film layar lebar sekalipun, ada mahasiswi yang memakai tank top, hot pants, lingerie, dan sebangsanya ke kampus, saya nyatakan itu adalah HOAX. Saya jadi bertanya-tanya: survey di mana sih, yang nulis cerita (Kok ga ngajak-ngajak)? Saya sudah pernah berkunjung ke beberapa kampus, bahkan ke pusat mahasiswi-mahasiswi cantik sekalipun: FK Unpad, tapi tidak menemukan hal-hal yang seperti itu. Setiap kampus pasti memiliki regulasi yang jelas perihal berpakaian ini. Jadi tolonglah… para pembuat film di Indonesia. Hal-hal detail semacam itu tolong di perhatikan. Seniman dihargai karena perhatiannya kepada hal-hal detail. Atau ‘kesengajaan’ ini ditujukan secara frontal untuk menarik konsumen seperti yang diajarkan teknik standar marketing paha-dada? Saya pikir sudah bukan zamannya lagi… Suzanna sudah wafat dan Eva Arnaz juga sudah pakai jilbab. Ya Allah, ampunilah Julia Perez…



:: Berapa bintang yang kau beri? ::.

20

K&D Learns Storytelling (1)

Posted by Pambayun Kendi in ,
Izinkan saya untuk memulai bercerita dengan menegaskan status saya sebagai ‘fresh graduate’. Pertanyaan yang paling menyebalkan bagi seorang fresh graduate adalah: habis kuliah mau ke mana? Atau sudah kerja di mana? Sumpah, benar-benar menyebalkan, dan kalau tidak mengigat batas-batas kepatutan dan statuta FIFA, pastilah saya akan jawab dengan berapi-api ala pidato Bung Tomo: ke Gambilangu (untuk pertanyaan 1) dan kerja jadi Germo (untuk pertanyaan 2)

PS: akan jadi lucu dan merasuk jika sebelumnya anda pernah menonton video dabingan DORAEMON GAMBILANGU.



:: Berapa bintang yang kau beri? ::.

Copyright © sedetik di bulan All rights reserved. Black Sakura | Faril Lukman | Nurul Rizki | Pambayun Kendi.
Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive