12

K&D Learns Storytelling (6)

Posted by Pambayun Kendi in ,
Februari adalah satu dari dua belas bulan (month) ketika bulan (moon) berhenti sejenak membiaskan warna kuning keemasan, berganti dengan bias merah jambu. Februari adalah bulan dimana semua roti di supermarket hanya tersedia dalam satu varian: roti isi cokelat. Februari adalah bulan dimana pisang, apel, alpukat, dan durian berganti rasa menjadi stroberi untuk sejenak. Februari adalah bulan dimana ayam potong merasa dirinya sebagai merpati putih yang anggun. Februari adalah bulan dimana semua bayi kurus yang lahir prematur bertransformasi menjadi bayi gendut dengan sayap dan busur. Februari adalah bulan dimana mawar tidak lagi tertabur di atas makam, melainkan menjadi hiasan pada rambut seorang gadis. Semua meng-aura-kan kasih sayang, sangat terasa di udara. Tak terkecuali bagi Mario, pria idaman semua pria.

Cuma Em, satu-satunya gadis yang pernah singgah begitu lama di pikiran Mario (ingat, laki-laki berpikir dengan otaknya, bukan dengan hatinya). Seorang cewek kurus, berkaca mata, berambut panjang dengan suara tawa aneh. Em-lah cewek pertama yang berhasil memaksa Mario masuk studio Tugas Akhir (TA) lebih awal. Em-lah cewek pertama yang mengganti destinasi kesukaan Mario dari Indomar#t menjadi Warnet. Em juga cewek pertama yang berhasil mengakrabkan Mario dengan sisir, lotion, dan Efek Rumah Kaca (ERK). Gila, Mario naksir abis.

STOP, tunggu sebentar!
  
Mari kita telaah kosakata NAKSIR dari sudut pandang teminologi. Naksir berasal dari kata dasar taksir (karena memang ada cewek yang ditaksir). Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI, kata taksir mengandung makna ‘kira-kira’ atau hitungan kasar. Seperti halnya kalimat berikut ini:
Pak Ahmad menaksir semua harga Sembako yang akan dibelinya sekitar 500 ribu rupiah.
Berarti, harga Sembako yang akan dibeli Pak Ahmad bisa saja lebih dari 500 ribu atau bahkan kurang dari 500 ribu, dengan kemungkinan pas betul 500 ribu yang boleh dikatakan mendekati nol. Namanya juga mengira-ngira atau hitungan kasar. Jadi, untuk para cewek, jangan senang dulu jika ada cowok yang naksir kamu. Karena pada dasarnya, si cowok cuma mengira-ngira saja perasaannya terhadap kamu. Belum ada kepastian perasaan, bahkan kepastiannya bisa mendekati nol seperti kasus sembako seharga 500 ribu tadi. Atau jangan-jangan dia ‘naksir’ kamu dengan KEMUNGKINAN-KEMUNGKINAN LAIN (orang atau kuntilanak?).
Mario    : Em, kayanya… aku naksir deh sama kamu?
Em        : Kamu naksir aku apa? Apakah aku beneran perempuan, begitu?
Mario    : Maksud kamu apa Em? Aku nggak ngerti?
Em       : Gini, Mar. Pasti kamu mengira-ngira aku, apakah aku cewek beneran atau cowok. Aku kasih tau kamu sekarang, aku ini cewek 100%. Tulen. Bukan KW.
Mario    : Iya aku tau Em, maksudku…
Em       : Gapapa kok Mar, kamu nggak perlu maksain buat suka sama cewek. Jadi diri sendiri aja (sambil menepuk-nepuk pundak Mario, serius)
Mario    : Ha? Jadi kamu pikir aku ini….
Em        : Sabtu besok temenin aku shopping ya?
Mario    : (Ngambek) nggak ah, males. Aku mau nonton Pirates of The….
Em        : Lagi great sale lo! Sampe 97%
Mario    : HAYUK LAH…. (antusias!)
Ini pasti gara-gara tragedi Bukan Lawan Jenis-nya ERK (baca: K&D Learns Story Telling (2)). Tapi, sejak saat itu Mario dan Em jadi makin akrab. Mario jadi sering ngobrol sama Em sore-sore pas bubaran studio. Em juga sering meminta pendapat Mario soal desain-nya. Kebetulan Em suka bawa bekal makanan dan minuman kalau ke studio, dan Mario selalu di bagi. Em sama sekali tidak sungkan untuk makan satu kotak dan satu sendok dengan Mario. Dengan botol minumnya pun, Em tidak ragu-ragu berbagi dengan Mario. Kenyataan yang sedikit membuat Mario senang, karena JATAH MAKAN SIANGNYA AMAN, sekaligus perih. Betapa tidak, Em salah tanggap. Mungkin ini yang namanya sekali lancung ke ujian, seumur hidup orang tak percaya. Biarlah, biarlah begini dahulu keadaannya. Suatu hari nanti Mario bertekad membuktikan dirinya kepada Em, bahwa ia adalah seorang laki-laki sejati yang mampu membahagiakan Em di setiap detik kehidupannya. Yah, Mario….

Awal Februari, Mario dapat panggilan interview lagi, di sebuah perusahaan milik salah satu orang paling kaya di negri ini. Lokasinya berada tepat beberapa meter setelah terowongan paling terkenal di Kota Jakarta: terowongan Casablanca. Jam 07.00 WIB Mario naik mikrolet M44 dari terminal Kampung Melayu. Suasana di terminal sangat ramai oleh lalu lalang orang-orang yang hendak berangkat kerja. Jalanan, Masyaallah, macet. Jarak yang biasa ditempuh 15 menit di waktu weekend, harus ditebus dengan 2 jam di hari-hari kerja. Benar apa kata orang: hidup di Jakarta harus siap TUA DI JALAN. Lihat saja Mario. Sesampainya di tujuan, Mario jalannya sudah bungkuk sambil bawa tongkat, memegang tasbih, dan pakai peci haji. Bahkan, sudah umroh dua kali dia.

Pagi hari di Jakarta, udara sudah sedemikian panas. Agaknya matahari memang lebih dekat ke arah Jakarta dibandingkan dengan kota-kota lainnya. Belum lagi Carefo#r. Mario mulai membuka dua kancing di bagian atas dan menggulung lengan kemejanya. Tiga meter lagi terowongan Casablanca. Lumayan, sedikit mengurangi panas karena cukup ternaungi. Mikrolet mulai bergerak perlahan. Dilihatnya di depan ada seorang kuntilanak menjajakan rokok dan tissue, sedangkan seorang lagi menjajakan minuman dingin. Ada dua kuntilanak yang masih kecil bernyanyi, ngamen dari satu jendela mobil ke jendela lainnya. Kasihan sekali mereka. Ada yang jualan koran. Ada yang mengelap-ngelap kaca mobil pakai kemoceng. Bahkan, ada kuntilanak  yang pura-pura bocor kepalanya untuk kemudian mengemis, meminta belas kasihan. Ini kuntilanak tukang tipu. Tolong jangan sekali-kali di kasih sedekah.

Mario melongokkan kepalanya melalui jendela mikrolet. Pandangannya terfokus sejenak pada sebuah baliho iklan kacamata. Tulisannya ‘OPTIK GEMULAI’. Mario teringat Em. Apa kabar ia sekarang? Sudah naikkah berat badannya? Apakah ia sudah menjadi pegawai bank, seperti keinginannya dahulu? Em, siapapun kamu sekarang: pegawai bank, arsitek junior, atau karyawan HRD; aku tidak perduli. Aku ikhlas kamu menjadi dan bekerja apa saja. Satu hal yang aku tidak akan pernah mungkin bisa ikhlas: kamu jadi SALES MOBIL! Tunggulah Em, tunggulah sebentar. Aku sedang mengusahakan yang terbaik. Kita akan bertemu kembali, pasti. Mario membatin dalam benak kecilnya (untung Tora Sudiro lagi absen).

Cukup lancar interview Mario hari ini, bahkan sudah selesai sebelum jam makan siang. Seperti yang sudah diduga, hari ini Mario hanya mendapat segelas air putih, itupun juga belum tentu akua. Padahal yang punya perusahaan adalah salah satu orang paling kaya di negeri ini. Sebagai job hunter berpengalaman (ingat, Mario adalah job hunter, bukan job seeker, apalagi job beggar: gengsi dong! | baca : K&D Learns Storytelling 7), Mario sudah dapat menarik kesimpulan dari pengalamannya yang berjibun. Semakin terkenal perusahaan yang sedang  coba dimasuki, semakin PAYAH servis mereka terhadap para calon karyawan. Minggu kemarin Mario ikut rekrutmen di sebuah BUMN yang bergerak di bidang EPC, cuma dikasih air putih dan kacang. Memangnya monyet? Memangnya Mario punya tampang lulusan INSTITUT? (baca: K&D Learns Story Telling (1)). Tiga minggu sebelumnya Mario ikut rekrutmen di sebuah perusahaan properti yang sedang berkembang. Mario ‘ditraktir’ makanan Jepang. Biasanya Mario makan rendang disuguhi makanan Jepang, ya langsung moshi-moshi. Sejak itu Mario jadi ketagihan cari kerja. Cari kerja terus, tapi nggak kerja-kerja.

Sekali waktu Mario diinterview
Interviewer         : Coba sebutkan presiden pertama RI!
Mario                  : Ir. Soekarno, Pak
Interviewer         : Presiden ke-2?
Mario                  : Pak Harto, Pak
Interviewer         : Coba sebutkan mantan suami pertama Dewi Persik!
Mario                  : Saipul Jamil, Pak
Interviewer         : Mantan ke-2?
Mario                  : Aldi Taher, Pak
Interviewer         : Coba sebutkan dua merek closet!
Mario             : TOTO dan INA, Pak (kenapa merek closet ini selalu sama dengan nama orang? Apa perasaan kita jika harus MENGENCINGI closet yang ternyata mereknya sama dengan nama orang tua kita sendiri? Pak Toto? Bu Ina? Habis itu minta uang jajan)
Interviewer         : Yak, sudah selesai. Kami akan hubungi nanti.
PS: bermutu sekali pertanyaannya.

Meskipun harus berkali-kali interview, Mario tidak pernah menyerah. Tidak sedikitpun terbersit dalam pikirannya untuk mengambil jalan pintas seperti berikut:
  1. Bikin band.
  2. Bikin video (3gp cukup).
  3. Masuk penjara.
  4. Kerja di KONSULTAN ARSITEKTUR.

Hal lain yang menjadi concern buat Mario di setiap kunjungan interview adalah buah tangan yang biasa disediakan oleh tiap-tiap perusahaan. Merchandise. Pulpen, mainan kunci, mug, tas pengganti kresek, block note, dll. Pernah Mario harus berurusan dengan sekuriti karena kedapatan memasukkan TV plasma ke dalam tas. Dikiranya bagian dari merchandise. Masih untung ikan koi-nya nggak di bawa sekalian. Itulah Mario, selalu bisa mendapatkan barang-barang gratis. Kapan saja dan di mana saja. MENTAL GRATISAN. Beda tipis memang sama KETERBELAKANGAN MENTAL.

Tidak hanya gratis, tetapi juga bagaimana mengupayakan porsi yang banyak (khususnya soal makanan). Prinsip ekonomi cuy. Sudah jadi rutinitas buat Mario sewaktu kuliah dulu mengunjungi acara kawinan di akhir bulan. Hanya  bermodal kemeja dan styling gel sudah bisa makan enak sepuasnya. Lain lagi kalau pesta ulang tahun. Kali ini Mario akan berbagi tips buat teman-teman semua. Semoga bermanfaat.

Hal pertama yang harus dilakukan ketika menghadiri pesta ulang tahun adalah ketahui dahulu usia yang berulang tahun dengan jelas dan pasti, karena hal ini akan mempengaruhi persiapan yang akan dilakukan. Jika yang berulang tahun usianya 30 tahun ke atas, biasanya acara akan bersifat semi-formal. Pakailah baju batik. Hidangan yang disediakan pun biasanya berupa nasi tumpeng dengan segala pelengkap lauk-pauknya. Jika yang berulang tahun usianya antara 20 sampai 30 tahun, pakailah kemeja kasual atau kaos. Untuk acara ini biasanya disediakan kue tart dan softdrink. Relatif berlaku sama untuk ulang tahun usia 7 sampai 20 tahun. Kalau yang berulang tahun usia 1 sampai 7 tahun, pakailah baju badut. LUMAYAN, DAPAT UANG SAKU TAMBAHAN. Apalagi kalau bawa monyet.

Untuk urusan pembagian tumpeng, tunggulah sampai irisan yang ke-8. Irisan pertama biasanya dilakukan oleh yang berulang tahun, dan itu irisan yang paling kecil. Sabar dulu. Semakin ke bawah irisan akan semakin besar, berbentuk bundar seperti roda kereta api. Biasanya ada 11 irisan. Kenapa irisan ke-8? Karena irisan ke-8 yang paling besar. Irisan ke-9, 10, dan 11 memang lebih besar dari irisan ke-8, tetapi terlalu besar buat porsi satu orang. Biasanya akan dibagi-bagi lagi menjadi potongan yang lebih kecil. Jadi, porsi personal yang paling banyak berada pada irisan ke-8. Keep an eye on it. Seriously! Perlu diingat, perhitungan ini hanya berlaku untuk tumpeng ukuran regular, bukan yang super supreme.

Untuk kue tart, biasanya ukurannya relatif sama dari atas sampai bawah. Baik yang kotak ataupun yang bundar. Makanya kue tart dipotong secara vertikal bukan horisontal seperti tumpeng. Perhatikan baik-baik, karena yang ini lebih tricky. Kalau kamu someone special  buat yang berulang tahun, ngumpet aja dulu atau pura-pura izin ke toilet. Biasanya, someone special mendapat potongan pertama, dan itu jelas yang paling kecil. Setelah potongan pertama dilakukan, segera kuasai pisaunya. Potong kuenya menjadi empat bagian dan ambil seperempatnya. Pasti berhasil… berhasil dihajar massa. Ya, bisa-bisanya kamulah. Udah pada sekolah ini. Intinya: kuasai pisaunya.

Cobalah untuk menjadi talkative di pesta ulang tahun. Berbicaralah dengan siapa saja, terutama dengan para gadis jika kamu adalah seorang laki-laki. Berganti-ganti kalau perlu. Dengan berbicara dengan banyak orang, kamu akan berkesempatan mencoba banyak makanan dan minuman, mengambil lagi dan lagi. Karena biasanya orang-orang makan sambil ngobrol (trust Mario, it works). Jangan hanya berdiri di pojokan dekat lampu meja sambil makan sendiri, justru kamu yang akan jadi bahan obrolan. Kalau kamu merasa belum memiliki kemampuan komunikasi yang baik, banyak-banyaklah membaca buku self improvement. Bahkan, kamu bisa temukan jargon atau salam kamu sendiri, seperti: SALAM BURGER, salam risol, salam nagasari (ini naga bencong, pantas kuenya lembek. Mana pakai PISANG segala), dan salam-salam lainnya. Kreativitas kamu dipertaruhkan di sini.

Keterampilan Mario tersebut bukanlah anugerah dari Tuhan Yang Maha Kuasa, melainkan hasil latihan selama bertahun-tahun. Sejak SD Mario telah melatih dirinya secara serius. Terutama IQ-nya yang 120 lebih, jelas berkontribusi mendukung karirnya tersebut. Kebetulan Mario memiliki bekas luka baret di dekat mata kanannya. Konsekuensi logis yang diterimanya ketika menerobos pagar kawat berduri di kebun sekolah sewaktu ia dan teman-teman panen kelapa muda jenis hibrida secara ilegal (baca: nyolong).
Tapi justru bekas luka itulah yang bisa membuat uang jajannya tetap utuh. Sebagai contoh, seperti yang dilakukannya terhadap Bunga, BUKAN NAMA SEBENARNYA, pada jam istirahat. Kenapa ya, nama Bunga sering muncul sebagai nama pengganti buat korban pemerkosaan di bawah umur? Kenapa tidak Jambu, bukan nama sebenarnya? Atau Markisah, Sirsak, Rambutan? Yang lebih keren: Raflesia? FYI, Mario bukan pemerkosa.
Mario   : (Langsung duduk dekat Bunga, cuek) Aku kalau besar mau jadi Samurai X. Aku sih nggak takut sama penjahat biarpun dia bawa pisau (sambil mengusap-usap bekas lukanya). Sama monster juga aku nggak takut. Tapi kata Bu Guru, aku harus makan yang banyak biar bisa cepat besar (sambil menatap tajam penuh nafsu sambil ngeces ke arah roti cokelatnya Bunga: mendekatlah… mendekatlah… mendekatlah wahai kau roti cokelat. Mind control mode on)
Bunga   : (Tanpa berkata apa-apa dan ber-ekspresi apa-apa, menyodorkan roti cokelatnya ke Mario. Bisa jadi Bunga takut diperkosa. Bisa jadi Bunga takut masuk koran)
Mario   : (Mengambil roti cokelat, mengangguk sedikit, lalu pergi. Cool sekali gayanya, persis double O seven)

Sore hari, setelah interview hari ke-2 dengan user, Mario duduk sejenak di halte melepas penat. Bunga-bunga bermekaran ala kadarnya di taman sempit di pinggir jalan. Mario mencoba membuat skenario idamannya bersama Em
EXT. TAMAN KOTA – SEBUAH TAMAN MUNGIL DI ANTARA GEDUNG-GEDUNG TINGGI JAKARTA DENGAN BUNGA-BUNGA YANG BERMEKARAN (SORE)
Cast: Mario, Em
Mario baru saja berlalu dari kios milkshake, membawa dua gelas milkshake ke arah Em yang sedang duduk di bangku taman. I Do-nya Ten2Five mulai mengudara dari speaker radio di kios ketika Mario duduk di sebelah Em untuk kemudian menyerahkan segelas milkshake kepadanya.
Mario
Februari yang hangat…
Em
Panas kali, Mar. Jakarta.
Mario
(menoleh sejenak ke arah Em)
Hangat, kalau sama kamu…
Em
(tersenyum)
Mar, ada yang mau aku omongin ke kamu
(genggaman tangannya pada gelas milkshake makin erat)
Mario
Oh, ya? Ngomong aja
(menghirup milkshake acuh tak acuh)
Em
Aku ini… sebenarnya…
Mario
To the point aja Em. Relax.
(memain-mainkan sedotan milkshake-nya)
Em
Aku… aku…
Mario
(menggeser duduknya mendekat ke Em, tersenyum, lalu menatap mata Em mesra)
Em
Aku ini sebenarnya SALES MOBIL…

***
Sajama Cut dalam lagunya Less Afraid menuturkan secarik lirik: you can be anyone you want. Memang begitulah cara kerjanya. Kalau benar-benar mau, kamu bisa menjadi siapapun yang kamu mau.

K&D.





:: Berapa bintang yang kau beri? ::.

12 Comments

Posting Komentar

Copyright © sedetik di bulan All rights reserved. Black Sakura | Faril Lukman | Nurul Rizki | Pambayun Kendi.
Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive