11

Pelukis Kemurnian Kehidupan

Posted by Black Sakura in
Seminggu berada di tengah tengah makhluk makhluk kecil itu membuat hatiku bergetar. Seperti meraba-raba kain halus yang kian lama kian membuai. Tawanya yang renyah begitu menggambarkan betapa tiada cela dalam hatinya. Kejujuran selalu terpancar dari matanya yang berbinar-binar.

"Miss...miss, ini bacanya apa?"
Ya Allah, begitu polosnya dia memintaku membacakan soal ulangan karena dia belum bisa membaca. Aku tersenyum geli. Aku gemes pada tubuhnya yang mungil, bibirnya yang manis, ingin kupeluk mereka satu per satu. :)


"Assalamualaikum Miss Tinaaa..."
Suara mereka terdengar merdu sekali. Sungguh indah dunia ketika mendengar mereka menguluk salam sembari mencium punggung tanganku.

Oh Tuhan... tak mampu kubayangkan jika mereka kelak menjadi orang yang tidak baik. Tak bisa kubayangkan jika kelak mereka menjadi orang orang yang yang ambil bagian dalam kejahiliahan dunia ini. Tangisku tak terbendung membayangkan semua itu.

Sungguh, aku selalu berdoa agar mereka menjadi anak anak yang menghapus keburukan orang tuanya, yang membersihkan kekotoran pendahulu pendahulunya, yang meluruskan penyelewengan pemimpin pemimpinnya.

Aku hanya saksi, saksi akan harapan kemurnian kehidupan yang terpancar dari wajah wajah mereka.... Semoga harapan ini tak akan menjadi harapan saja ...


I am a teacher, and an educator
After Mid Night
My Purple Private Room
Wednesday, November 9, 2011


:: Berapa bintang yang kau beri? ::.

11 Comments

Posting Komentar

Copyright © sedetik di bulan All rights reserved. Black Sakura | Faril Lukman | Nurul Rizki | Pambayun Kendi.
Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive