6

A Tale of 1000 part 3

Posted by Black Sakura in
Hmmmph.... bau tanah basah dan embun perlahan menyusup di kantong ini. Ah, mungkin sudah fajar. Aku mendengar suara gemericik air. Aku bisa membayangkan bahwa seseorang di rumah ini sedang berwudhu di 'padasan'. Mungkin azan subuh baru saja berkumandang beberapa menit yang lalu ketika aku masih terlelap. Sungguh, mereka orang orang yang siap menyambut dunia ...

Yang tadi hening, kini mulai gaduh. Gaduh sang ibu di dapur, bapak yang mengelap becaknya dan, "Mak, mangke wonten upacara, adek jadi petugas." eh... suara siapa itu? Anak kecil? Anak mereka, atau mungkin cucu mereka. Sepertinya dia bocah laki-laki kecil usia 7,8 atau 9 tahun. "Yo wes le, ati ati ning ndalan yo! Kosek le." suara ibu itu menjawab diikuti derap langkah tergesa ke arahku...


Ternyata aku harus melanjutkan perualangan. Tangan tua nan hangat itu memungutku dengan perlahan dari kantong ini. Dari sela tangannya kulihat bocah itu sedang berjongkok membetulkan tali sepatunya. "Iki Le, sangune." Mendengar kata itu raut mukanya berubah cemas. "Mboten Mak, mangke adek maem ndalem mawon, mboten jajan". "Ora po po Le, Pak e oleh rejeki luwih, mosok wes meh seminggu ora jajan le, kono gawe tuku permen!" Aku segera dimasukkan ke dalam kantong seragam sekolah yang bertempelkan bedge warna cokelat. Setelah dimasukkan ke kantong anak itu segera berdiri, berpamitan dengan si Ibu dan si Bapak lalu mengucapkan salam...

Sepanjang perjalanan, beberapa kali anak itu menegokku di dalam kantong, aku tak tahu apa yang dia pikirkan. Mengikuti irama derap langkahnya, dia bersenandung lagu Kebangsaan Indonesia....

Tak terasa hari waktu cepat berlalu, hanya sesekali saja dia menengokku di dalam kantong tapi sepertinya enggan untuk menukarkanku dengan sesuatu. Di perjalanan pulang, dia dan beberapa temannya melangkahkan kaki bersama menjauhi sekolah mereka. Sesekali saling mengejek, ramai sekali. Hingga pada menit ke lima belas tinggallah seorang temannya saja yang masih sejalan dengan jalan pulang ke rumahnya. Tiba-tiba ...." Kriiiinnngggggggggg..... Prakkkk" seorang anak kecil kehilangan kendali sepedanya dan menyerempet lengan temannya. Temannya terjatuh, sikunya berdarah. Temannya mengaduh hampir menangis. Anak pak tukang becak panik menengok ke kanan dan ke kiri, lalu ia segera berlari ke warung terdekat dan membeli sebuah plester luka. Ditariklah aku dengan tergesa dari kantongnya lalu diserahkan aku pada si penjual. Sekilas aku lihat senyum kecil di wajahnya yang cemas ketika ia terima kembalian 500 rupiah.

Aku dimasukkan ke dalam sebuah laci. Laci ini cukup ramai, banyak teman di sini. Di ruang gelap ini aku termenung, membayangkan apa yang dilakukan anak itu. Menyesalkah ia menukar separuh nilaiku dengan selembar plester? Kurasa dia anak yang baik dan aku percaya dia akan melakukan hal yang sebagaimana mestinya seorang manusia lakukan ketika manusia lain dalam kesulitan.

A Tale of 1000 part 3
Black Sakura
Midnight Activity,September 16,2011


:: Berapa bintang yang kau beri? ::.

6 Comments

Posting Komentar

Copyright © sedetik di bulan All rights reserved. Black Sakura | Faril Lukman | Nurul Rizki | Pambayun Kendi.
Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive