2

A Tale of 1000 part 2

Posted by Black Sakura in
Mungkin senja mulai menyentuh cakrawala. Dari tempat ini kudengar sayup sayup suara azan dari beberapa masjid dan surau bersahut sahutan merdu. Tak ada teman baru di dompet lusuh ini, berarti sore ini pak tukang becak tak mendapatkan tambahan rupiah lagi...

Kurasakan pak tukang becak mulai beranjak dri duduknya, pindah ke sdel belakang dan mulai mengayuh. Derit rantai yg lama tak diberi oli pun terdengar semakin cepat, lalu berhenti. Becak itu diparkir di depan surau, atau mungkin masjid, karena suara sholawat terdengar semakin nyaring. Diambilnya air wudhu dan dengan tuma'ninah pak tukang becak sholat.


Terlelap sejenak, aku sudah berada di tangan seorang wanita paruh baya. Tangannya kasar namun hangat, kudengar dia berbisik 'alhamdulillah'. Disimpanlah aku dan temanku limaribuan ke dalam sebuah kantung yg terbuat dari kain karung gandum. 'Besuk bisa beli beras seliter pak' kata wanita itu sambil tersenyum. Pasti pak tukang becak juga tersenyum...

Aku bermalam di sini bersama si limaribu dan beberapa koin.


A Tale of 1000 part 2
Black Sakura
Home Sweet Home, July 24,2011


:: Berapa bintang yang kau beri? ::.

2 Comments

Posting Komentar

Copyright © sedetik di bulan All rights reserved. Black Sakura | Faril Lukman | Nurul Rizki | Pambayun Kendi.
Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive