2

You Are the Apple of My Eye

Posted by Faril Lukman in

Sebuah film karya Giddens Ko ini memiliki alur dan cerita yang unik; menarik di bagian awal, mempesona di tengah, mencengangkan di klimaks, dan melegakan di akhir. Wajib tonton bagi penggemar film, terutama film asal Taiwan. Adanya keterangan di bagian akhir film yang menyebutkan bahwa Giddens Ko membuat film ini berdasarkan kisah kehidupan pribadinya cukup membuat kita berpikir apa ada cerita semisal film ini di kehidupan nyata. Terlebih, dia membuat film ini guna menarik hati mantan-kekasihnya agar mau menikah dengannya. Wow!! Meyakinkan gadis dengan cara membuat film, cara yang sangat keren.

Mengambil sisi pemeran utamanya (Ko Ching-Teng) untuk menceritakan alurnya yang mengalir dengan nyaman dan menggelitik. Dimulai dengan preview masa sekarang ketika Ko Ching-Teng diajak dua temannya, A-Ho dan Hsu Bo-Chun, untuk menghadiri sebuah acara. Dilanjutkan cerita masa lalu ketika Ko Teng masih berseragam SMA. Di sana, dia memiliki beberapa teman dengan tipe karakter yang khas dan berbeda satu sama lain. Namun, ada satu kesamaan yang membuat mereka terus bersama, yakni mereka menyukai seorang gadis di kelas yang merupakan murid teladan di sekolahan, Sen Chia-Yi. Cara mereka menyukai Sen Chia-Yi sangatlah unik, ada yang menyukai dengan cara sulap, cara bodoh, dan cara yang tak dimengerti.
Cerita dilanjutkan dengan bagaimana beruntungnya Ko Teng bisa mendapatkan perhatian Sen Chia-Yi yang membuat iri teman-temannya. Hingga pertemanan mereka masih berlanjut di bangku kuliah meskipun terpisah kota. Perebutan cinta Sen Chia-Yi pun berakhir ketika akhirnya dia menikah yang dilukiskan dalam film menjadi adegan penuh makna dan indah.
Di beberapa film memang ada adegan jorok, tapi hal ini tidak terlihat secara eksplisit, tetapi dibuat menjadi semacam joke sehingga tidak terkesan joroknya. Mungkin, bagi beberapa penonton hal ini cukup mengganggu, tetapi bagian ini merupakan hal wajar bagi kalangan remaja dan menjadi salah satu poin dalam membentuk cerita film.
Banyaknya qoute yang bisa diambil merupakan salah satu kekuatan utama film ini. Berbagai quote mulai dari kehidupan percintaan hingga bagaimana memaknai kehidupan tersebar di setiap bagian film.

"Ketika baju seragam seorang anak laki-laki mulai ada bercak tinta biru.. Sekali menoleh ke belakang, nampak senyuman seorang anak perempuan yang membawa jiwa anak laki-laki tersebut ke dalam mimpi selama bertahun-tahun, terikat seumur hidup"
“Orang yang bisa mewujudkan impian bukanlah selalu orang yang pintar, melainkan orang yang tidak pernah menyerah..”
"Adolescence is like a heavy rain. Even though you catch a cold from it, you still look forward to experiencing it once again."
 
"You are the only person that is going to make my world"
"Aku suka pada diriku yang menyukaimu saat itu hingga sekarang."
“The cruelest part about growing up is that girls are always more mature than guys of the same age. No guys can handle girls at their age.” 
“All this time, i thought i am full of confident. but i’m already know, in front of her, the one that i love, i’m just a coward.” 
“Tidak seperti tes, setiap soal yang rumit pasti ada jawabannya. Dalam kehidupan nyata, ada beberapa hal yang selamanya tidak ada jawabannya.” 
"Even though I'm cute, smart, and incredibly humorous. Don't fall in love with me easily, because I'm a lone wolf traveling in the wild wind."

Dan quote yang paling emosional adalah:
“If you really like a girl, it is impossible to see her marry to another guy and still bless them. But I am wrong. In fact, when you really like a girl, you’d be happy for her when you see her finding her Mr. Right. You will want them to be together, and to live happily ever after.” 


Ko Ching-Teng
"Do you believe in parallel universe? Maybe in that universe, we are together."
Sen Chia-Yi
"How I envy them. Thank you for liking me."
Ko Ching-Teng
"Thank you for letting me like you in those years."


Ko Ching-Teng
"Kalau kau menang dariku di ujian bulanan, kau boleh mengerjaiku apa saja. Tapi kalau aku menang, kamu harus mengucir rambut selama sebulan."
Sen Chia-Yi
"Terserah, sih. Lagipula itu tidak mungkin."
Ko Ching-Teng
"Kepercayaan diri yang selangit itu, lagi-lagi membuatku terpesona."




Selamat menempuh hidup baru, masa remajaku..
(from You are the Apple of My Eye)





:: Berapa bintang yang kau beri? ::.

2 Comments

Posting Komentar

Copyright © sedetik di bulan All rights reserved. Black Sakura | Faril Lukman | Nurul Rizki | Pambayun Kendi.
Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive