4

Petuah Dari Orang Hebat (bagian ke-4)

Posted by Faril Lukman in
Tweet berikut berasal dari akun @salimafillah dengan hastag #Syawal yang saya rangkum. Berisi tentang penamaan istilah dalam Lebaran dan makanan Jawa di mana setiap nama merupakan akronim serta mengandung arti dan makna tersendiri yang bersifat filosofis. Silakan disimak,

1) Kupat (Indonesia: ketupat), dalam Bahasa Jawa ter-othak-athik-gathuk, kependekan dari Laku Papat (empat 'amal) yang menjadi falsafah.
2) Syawal artinya "meningkat", bukan Zawal yang bermakna "menghilang"; laku papatnya adalah Lebaran, Luberan, Leburan, & Laburan.

3) Lebaran; lebar bermakna usai dengan sempurna. Khatam sudah mujahadah Ramadhan, apakah kita sudah menjadi insan yang bertaqwa?
4) Luberan; luber artinya berlimpah hingga tumpah-ruah. Zakat yang dibayarkan, shadaqah yang dihulurkan, menjadi wujud kesyukuran.
5) Leburan; lebur artinya luluh tanpa sisa. Termuhasabah sudahkah kita "ghufira lahu ma taqaddama min dzanbih" & dimaafkan sesama?
6) Laburan; labur artinya kapur, terguna menjernih air & memutihkan dinding pagar. Apakah lahir & batin kita terhias akhlaq mulia?
7) Semoga Syawal ini, bakda Lebaran, Luberan, Leburan, Laburan; kita tak terbuai oleh yang ke-5; Liburan. Tiada libur dalam berketaatan 

8) Apa hidangan Syawal kita hari ini? Leluhur kita di Jawa menyajikan 7 rupa; Kupat, Lepet, Lonthong, Duduh Santen, Lemper, Kolak, & Apem.

9) Kupat; ngaku lepat, artinya mengakui kesalahan. Segala taubat tersusul perbaikan diri, sebagaimana Adam, termula dari hal ini.
10) Lepet; eleke disilep sing rapet; artinya segala cela saudara & sesama hendaklah kita rahasiakan; maka Allahpun menjaga aib kita.
11) Lonthong; olone nganti kothong; agar keburukan kian berkurang hingga habis; taubat selalu diperbarui, perbaikan tak kenal henti.
12) Santen; sageda paring pangapunten; mampu & bersedia memberi maaf. Quran memerintahkan "Khudzil 'Afwa"; memberi maaf itu utama.
13) Lemper; Yen Dialem, Atimu Aja Meper; jika dipuji, jangan hatimu bergejolak; bercerminlah apakah diri ini layak, & pujalah Allah.
14) Kolak; kekancan kudu nganggo Akhlaq; berteman & bersaudara harus dibersamai iman, yang puncaknya tergambar dalam akhlaq mulia.
15) Apem; Akhire Bakal Dipendhem; sejatinya hidup adalah untuk beramal; mempersiapkan bekal & pelita bagi sepi & gelapnya kubur.

16) Semoga 7 hidangan jadi renungan. Ini versi Tuban; agak berbeda sedikit nanti uraian Ketan-Kolak-Apem Keraton Mataram. Mabruk:)



Terinspirasi dari: makna Syawal dalam filosofi
Terimakasih kepada Salim A. Fillah | @salimafillah



:: Berapa bintang yang kau beri? ::.

4 Comments

Posting Komentar

Copyright © sedetik di bulan All rights reserved. Black Sakura | Faril Lukman | Nurul Rizki | Pambayun Kendi.
Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive