1

Bersih Pangkal Berbudi

Posted by Black Sakura in
Sabtu pagi yang cerah ini mood ku sudah dirusak oleh hal yang sungguh menjengkelkan. Ini dia yang sebenarnya menjadi salah satu helaian dari sepokok akar serabut penyusun penghalang Indonesia menjadi lebih baik. Salah satu dari wujud penghargaan diri sebagai manusia yang berbudi, yang membedakan dirinya dengan hewan. "Kesadaran" akan hak dan kewajibannya sebagai manusia. Hak dan kewajiban yang bahkan tanpa ditulis dimanapun telah melekat pada diri kita. Aku bingung, sebenarnya dinding seperti apa yang menutupi kepekaannya terhadap hal yang sangat sangat kasat mata dan sensitif seperti ini.


Baiklah, kita mulai. Pertama,
Pagi ini ada seorang wanita muda yang berdiri di trotoar tengah jalan di sebuah perempatan. Ketika lampu merah menyala, dia melangkahkan kakinya, menyambangi pengendara motor dan mobil satu per satu, membagikan sebuah brosur promosi, termasuk kepadaku. Angka di lampu merah menunjukkan bahwa masih ada 35 detik sebelum lampu hijau menyala. Sekilas kubaca brosur itu lalu kumasukkan ke dalam kantong. sepuluh detik berlalu, berlembar lembar brosur telah beterbangan di tempat aku masih menunggu lampu hijau menyala. Dua puluh menit kemudian, bagaikan bunga yang ditaburkan pada pengantin baru yang keluar dari gereja, kertas kertas brosur pun beterbangan disambut laju kendaraan yang tancap gas kuat-kuat.
Sebenarnya aku ingin menegok, melihat wajah sang wanita muda, yang baru saja membagikan brosur itu, tapi motorku tetap melaju. Cih, bukankah sebenarnya kita bisa menyimpannya sejenak, lalu dibaca sejenak, kalaupun ingin membuangnya, bukankah bisa dibuang di tempat sampah ketika nanti kita sampai di tujuan. Bukankah kertas itu beratnya tidak lebih dari 60 gram. Tega sekali membuangnya di depan mata yang memberi seolah olah kertas itu adalah kotoran burung yang harus segera disingkirkan.

Huft, ternyata di seberang perempatan ada seorang ibu-ibu tua sedang menyapu jalan raya. ....... Rasanya ingin teriak membodoh-bodohkan mereka yang buang sampah sembarangn seperti itu. Bagaimana rasanya jika baju yang baru saja kau cuci, masih bertengger dijemuran aku kencingi!!!! ?? Sungguh tidak berbudi bukan?

Lalu sebuah mobil melaju. Baru nampaknya. Plat nomornya berangka 2016. Seorang anak kecil membuka jendela mobinya, mengeluarkan tangannya yang memegang gelas Pop Mie dan "plop" menjatuhkannya begitu saja di tengah jalan saat mobilnya masih melaju. Kuahnya tumpah kemana-mana, sterofoamnya berbunyi "pletok" terlindas kendaraan di belakangnya, berserakan seperti muntah bayi di tengah seprei. Oh come on!!! apa apaan ini?Bungkus Pop Mie itu berdiameter sekitar 15 cm dengan volume lebih dari 300 ml kok bisa bisanya dibuang seperti kamu menghembuskan CO2 yang bisa langsung menguap!

Tiba-tiba Semarang jadi panas di pagi yang sejuk ini.
Yang seperti inilah yang akan membuat kita menjadi manusia yang tertinggal, karena bahkan kita tak tahu bagaiman berlaku sebagai manusia.
Benar kan, bersih pangkal berbudi?

Sabtu pagi yang tiba-tiba panas

Black Sakura


:: Berapa bintang yang kau beri? ::.

1 Comments

Posting Komentar

Copyright © sedetik di bulan All rights reserved. Black Sakura | Faril Lukman | Nurul Rizki | Pambayun Kendi.
Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive