2
Pelangiku Satu Warna
"Kak, kog pelangi itu warna-warni ya?"
"Kalau cuma satu warna kan keliatan jelek. Kalau banyak warna gini kan keliatan lebih indah. Indah nggak pelangi itu?"
"Indah banget, kak. Warna-warni."
Penggalan canda dengan sepupuku yang masih 5 tahun semakin lekat di pikiranku. Apalagi di sini duduk sendiri di kursi paling ujung teras cafe. Ya, teras cafe dengan suasana ruang teras rumah tinggal, dengan kolam kecilnya, dengan tanaman merambatnya, dengan lantai marmer yang terkesan kuno, dengan rajutan bambu yang membayang, dengan jendela kayu tanpa cat, dengan gemericik air santunkan suasana. Tempat yang akhir-akhir ini selalu kukunjungi setiap Rabu sore sepulang lelah mencari uang. Rabu yang selalu sepi tak seperti hari lain. Rabu yang pengunjungnya hanya beberapa orang saja. Kenapa aku memilih Rabu yang sepi untuk ke cafe ini? Karena aku memang suka suasana sepi begini, lebih tenang untuk merenung, lebih senyap untuk berpikir, dan tentu saja sajian yang dipesan lebih cepat tiba di meja.
:: Berapa bintang yang kau beri? ::.