0

21 April

Posted by Unknown
21 April ituuu.. ulang tahun saya! Hehehehe
Becanda dink, tapi bener sih sisa umur saya berkurang di tanggal itu.
Kalau kaitannya dengan hari Kartini, tentu sangat erat dengan kaum wanita. Karena hari Kartini itu untuk mengingatkan kita, bahwa wanita harus  benar-benar bisa memaknai hidupnya. Entah itu sebagai ibu rumah tangga, wanita karir, akademisi, atau malah kombinasi kesemuanya.
Bukan perkara harus bisa bersaing dengan laki-laki. Tapi lebih kepada menjadi wanita yang luar biasa, lebih baik, dan bermanfaat.

Selamat hari Kartini, wanita-wanita super :)


nb. tulisan ini sebenarnya mau di-publish tepat 21 April 2015, namun karena ada kendala maka jadi terlambat sehari.


:: Berapa bintang yang kau beri? ::.

0

Berterusteranglah

Posted by Faril Lukman in
Kubaca,
Berapa ekor yang masih tersisa darimu
Yang belum sempat kau putus
Yang belum sempat kau bakar
Yang belum sempat kau hilangkan bekasnya



:: Berapa bintang yang kau beri? ::.

0

A Writing Project : Nulis Bareng Ibu

Posted by Unknown
Nulis Bareng Ibu merupakan sebuah proyek menulis yang bertujuan untuk mendekatkan ibu dengan anak. Kami mengajak anak-anak untuk mewawancarai Ibu, mengenal ibu secara lebih jauh, untuk kemudian menuliskan hasil wawancara melalui blog agar bisa menjadi pelajaran untuk masyarakat umum.


Tertarik mengenal ibumu lebih jauh dan membagikan ceritamu?



 Cari tahu mengenai A Writing Project : Nulis Bareng Ibu melalui wesbite http://nulisbarengibu.com, twitter dan instagram @nulisbarengibu, dan Facebook “Nulis Bareng Ibu”


Karena hari ibuku tak hanya tanggal 22 Desember.



:: Berapa bintang yang kau beri? ::.

3

Mengenai Makna Nikah

Posted by Unknown in ,
Beberapa hari yang lalu, saya membaca sebuah artikel tentang Nikah Mut’ah di suplemen Dialog Jumat (26/9/2014) dari harian Republika. Yang membuat saya tertarik adalah redaksi awalnya, yaitu mengenai makna Nikah. Setelah saya membaca, saya jadi ingin membaginya. Karena rasanya sayang sekali ya kalau ada tulisan bagus dan bermanfaat tapi tidak dibagikan kepada teman-teman.

Pernikahan adalah akad yang sangat agung. Ia disebut mitsaqah ghaliza karena dampak dari akad yang tak lebih dari satu menit itu amat luas.
Ucapan akad pernikahan mengantarkan tanggung jawab yang dipikul seorang wali kepada seorang laki-laki yang menjadi suami. Akad pernikahan juga membuat yang haram menjadi halal, yang dosa menjadi pahala. Akad nikah juga melahirkan garis nasab dimana hak waris melekat padanya.
Pernikahan adalah kebaikan yang bertambah bernama berkah. Di dalamnya mencakup keberkahan dalam masa senang, dan keberkahan dalam masa sulit. Jadi, tak sekedar berburu kesenangan semata.

Nah, bagus sekali kan.. Semoga bermanfaat dan menambah ilmu kita.



:: Berapa bintang yang kau beri? ::.

2

You Are the Apple of My Eye

Posted by Faril Lukman in

Sebuah film karya Giddens Ko ini memiliki alur dan cerita yang unik; menarik di bagian awal, mempesona di tengah, mencengangkan di klimaks, dan melegakan di akhir. Wajib tonton bagi penggemar film, terutama film asal Taiwan. Adanya keterangan di bagian akhir film yang menyebutkan bahwa Giddens Ko membuat film ini berdasarkan kisah kehidupan pribadinya cukup membuat kita berpikir apa ada cerita semisal film ini di kehidupan nyata. Terlebih, dia membuat film ini guna menarik hati mantan-kekasihnya agar mau menikah dengannya. Wow!! Meyakinkan gadis dengan cara membuat film, cara yang sangat keren.



:: Berapa bintang yang kau beri? ::.

0

K&D Learns Storytelling 14

Posted by Faril Lukman in ,

Wanita muda dan jejaring sosial, merupakan fenomena yang cukup menarik yang terjadi di masyarakat belakangang ini. Pasalnya fenomena ini mirip dengan fenomena gunung es/iceberg tapi di balik. Yang terlihat lebih besar (kualitas, intensitas, akriditas, dll) daripada kondisi sebenarnya.

Sekarang sudah banyak masyarakat atau orang-orang awam yang memiliki kamera SLR. Agaknya hobi fotografi sudah menjadi tren tersendiri. Sudah tidak eksklusif lagi. Dulu, sewaktu masih kuliah Arsitektur, saya ingin sekali memiliki sebuah kamera SLR. Karena harganya relatif mahal, saya merutinkan diri menabung setiap hari. Tidak banyak yang bisa saya tabung, hanya 500 rupiah saja. Tidak apa-apa, sedikit demi sedikit lama-lama jadi bukit. Dengan tekad saya menabung tersebut, saya akan memiliki kamera SLR kira-kira setelah 66 tahun. Memang hanya tekad yang akan membuat saya memiliki kamera SLR.



:: Berapa bintang yang kau beri? ::.

0

K&D Learns Storytelling 13

Posted by Faril Lukman in ,
PROLOG:
Di suatu sore pada hari Jumat, Mario baru saja pulang dari bekerja. Agak istimewa rasanya bisa pulang sore seperti ini. Apalagi cuaca sedang cerah. Mario memarkir sepeda motor di halaman dan sesaat meregangkan otot-otot. Berkendara selama 45 menit cukup melelahkan, apalagi sambil menggendong backpack.  Demi mengetahui kedatangan Mario, adiknya yang perempuan segera menghampiri. Sepertinya si remaja ini sedang ada keinginan.
Adik saya : Bang, beliin handphone android dong, Bang. Yang layar sentuh gitu?
Dengan ekspresi wajah lelah-berdebu dan tatapan mata kosong  Mario berusaha mencerna permintaannya.
Mario : Ha?
Adiknya : Android Bang, android…
Mario : Ha? Android?
Adiknya : Iya Bang. Yang bisa Facebook, twitter, instagram… pokoknya banyak deh. Sosial media bang
Wuk… wuk… wuuu… wukk… Wuk… wuk… wuuu… wukk… percakakapan terputus akibat suara yang agak gaduh. Dengan ekspresi dan tatapan yang tak berubah, Mario melongok ke belakang, ke backpack.
Adiknya : Suara apan tuh Bang?
Mario : Oh, ini Pak Menejer telpon
telpon



:: Berapa bintang yang kau beri? ::.

0
Posted by Unknown in
“So? Udah ketemu cewek yang oke belum, Ren?” Tanyanya tiba-tiba, mengganti topik pembicaraan.
“Hmm, belum.”
“Mau aku kenalin ke temenku nggak?” Kali ini dia bertanya sambil cengar-cengir.
Ah, mulai lagi deh. “Boleh. Ada yang oke?”
“Eh, temenku oke semua tauk. Tapiii, kurusan lho, lebih kurus dari aku.”
“Hah? Nggak mau ah.”
“Hmm.. kalau yang agak chubby? Cantik loh.”
“Enggg.. Nggak deh. Yang kaya kamu aja ada nggak?”
“Kalo yang kaya aku ya nggak ada. Aku kan nggak ada duanya.” Aku hanya bisa memandangnya sambil tersenyum dan mengangguk, sementara dia tertawa.
Dia melirik jam tangannya, kemudian mulai memasukkan novel bacaannya ke dalam tas, “Aku tinggal dulu ya, Ren. Mau pergi sama Amin. Daah..” Dia berlalu begitu saja. Aku, lagi-lagi, hanya bisa tersenyum.



:: Berapa bintang yang kau beri? ::.

0

EmonAlisa

Posted by Black Sakura in

Awalnya mungkin kita tidak pernah menyadari betapa banyak kekurangan kita sebelum seseorang atau mungkin banyak orang mengingatkan kita betapa kita banyak memiliki kekurangan. Hal itu pula yang dialami oleh Emon. Pada awalnya dia sangatlah percaya diri akan apapun yang dimilikinya. Bukannya saya ingin bilang kalau percaya diri buruk sih, saya cuma ingin menyampaikan bahwa kepercayaan diri pun harus diimbangi dengan kesadaran akan kenyataan hidup. Kenyataan bahwa anda memang bokek, misalnya. Atau kenyataan bahwa anda tidak cukup ganteng untuk melamar menjadi foto model. Terkadang orang yang terlampau percaya diri membawanya pada ‘kebutaan’ akan ketidaksempurnaan diri begitu pula sebaliknya, terlalu rendah diri pun akan menimbulkan ‘kebutaan’ akan kemampuan diri sehingga kita pun lupa untuk bersyukur. Di mana-mana memang keseimbanganlah yang paling baik.



:: Berapa bintang yang kau beri? ::.

2

Ceritaku di Minggu Sore

Posted by Faril Lukman in
"Goooolll!!!"
Penonton di tribun bersorak ramai menyambut gol dari tendangan bebas yang baru saja terjadi, termasuk aku yg berada di bangku kedua dari depan..
"Wow, gol yang hebat." terdengar suara wanita di sebelah kananku.
"Tentu saja, dia anakku." kataku bangga tanpa menoleh tanpa melirik.
"Benarkah?"
"Iya. Si kapten dengan nomor punggung 10 adalah anak pertamaku." jelasku.
"Wow. Jika anaknya sehebat dan setangguh itu, pasti ayahnya juga."
"Tentu. Aku seorang pekerja keras, anakku meniru sifatku itu."
"Bekerja di mana Anda?" tanyanya tak serius dan terdengar asal-asalan.
"Aku bekerja di perpustakaan. Perpustakaan milikku sendiri. Dan aku juga pengarang buku."
"Wow, pasti Anda sibuk sekali. Buku apa saja yang Anda tulis?"
"Sudah banyak novel yg kubuat dan terjual laris di dunia. Bahkan jadi best-seller. Sering ke luar negeri untuk acara bedah buku"
"Wow, pasti Anda sukses banget. Sesibuk itu tapi masih sempat menonton pertandingan bola anak Anda ya."
"Tentu saja, anak itu sangat penting. Lebih baik kehilangan pekerjaan daripada kehilangan anak."
"Wow, Anda sangat bijak. Lalu, di mana istri Anda?"
Aku semakin penasaran dengan raut wajah wanita yang daritadi banyak bertanya padaku: apa mungkin dia tertarik padaku. Kutengok ke kanan, seorang wanita beralis tebal duduk dengan anggun di sampingku. Cantik, menurut pandanganku. Merasa diperhatikan dan pertanyaannya belum kujawab, dia menoleh ke arahku. Dia seperti menunggu jawabanku.
"Kamu terlalu banyak bertanya, sayang." jawabku sekenanya.
"Dan kamu terlalu banyak mengkhayal, sayang." bisiknya.
"Hahaha, apa kamu nggak suka punya..... "
Goooolll. Pertanyaanku dipotong suara tribun menyambut gol yang barusan tercipta.
"Wow, anak kita benar-benar hebat. Dia mencetak gol lagi," teriaknya.
Gol tadi menyudahi pertandingan bola antar-SD. Penonton pun beringsut meninggalkan bangku mereka. Aku segera menggandeng gadis di sebelah kananku tadi untuk mengajaknya pulang. Sesampai di gerbang, aku menghentikan langkah kami.
"Tidak menunggu anak kita?" tanyaku mengingatkannya. Dia hanya tersenyum.
"Jangan mengkhayal lagi deh."
"Ibuuuu...."
Kami menoleh bebarengan, si kapten tim berlari ke arah kami. Kaget, aku saling pandang dengannya dan menyunggingkan senyum. Mata kami teralih lagi ke arah si bocah kecil yg makin dekat berlari ke arah kami. Tiba-tiba, dia menerobos di tengah kami dan masuk ke pelukan ibunya yang ada di belakang kami.
"Semoga anak-kita-nanti seperti dia." bisiknya.
"Semoga." jawabku.
"Semoga kamu juga punya perpustakaan sendiri." bisiknya lagi.
"Iya, semoga. Dan semoga kita juga segera menikah." ujarku.
Kami saling senyum dan mengerti, lalu berjalan menjauhi stadion bola yang sering kudatangi untuk menonton pertandingan anak-anak.

Semoga.


:: Berapa bintang yang kau beri? ::.

0

Salah

Posted by Unknown in
Salah.
Aku salah.
Aku mencintai orang yang salah, disaat yang salah.

“halo?”
“halo, selamat siang. Benar ini A-offset?” jawab suara di seberang.
“benar”
“begini mas, saya mau bikin undangan. Saya tahu nomer mas dari teman.”
“ohh, baik, silakan langsung datang saja untuk milih desain.”
“oke, mas. Besok saya datang. Terima kasih ya.”

Begitulah awal kami berkenalan. Aku membuka usaha percetakan undangan. Dan dia datang untuk memesan undangan. Undangan pernikahan.

Dia wanita biasa. Tidak terlalu cantik, namun berkesan. Parasnya cukup manis, cara berpakaian dan pembawaannya sopan, sedikit ceriwis tapi menyenangkan.

Menyenangkan. Satu alasan itu yang membuatku jatuh hati padanya.
Aku bukan orang yang mudah jatuh hati. Dan tidak berniat jatuh hati sebenarnya. Tapi sungguh yang kurasakan terhadapnya benar-benar di luar kuasaku.

Satu bulan intens bertemu dengannya (dan terkadang dengan calon suaminya) membuatku gila. Aku mencintai wanita yang tak bisa kumiliki. Cih, betapa beruntung pria yang akan mempersuntingnya.
Kuharap selesai urusan pesanan undangannya, kami tak perlu bertemu lagi. Agar aku bisa melupakannya sambil melanjutkan hidupku.

“mas Adi, bisa minta waktu sebentar?”
“ya, ada apa?”
“ini mas, mau ngasih undangan.”
“…”
“terima kasih atas bantuannya bikin undangan, bagus banget. Kami ngundang mas sebagai ucapan terima kasih. Mas datang ya.” Lanjutnya sambil tersenyum.

Aku tak begitu memperhatikan apa yang dia ucapankan selanjutnya. Yang bisa kurasakan hanya ngilu di dada.


:: Berapa bintang yang kau beri? ::.

0

K&D Learns Storytelling 12

Posted by Faril Lukman in ,
Gantungkanlah cita-citamu setinggi langit diangkasa, lalu berusahalah dengan sungguh-sungguh untuk menggapainya. Ungkapan tersebut tidak ada hubungannya dengan tulisan di bawah ini.

Kalau orang bilang proyek itu adalah sumber uang masuk, mungkin ada benarnya. Terutama pada waktu proyek akan dimulai dan ketika selesai atau mendekati serah terima. Pada kedua tipe waktu tersebut uang berseliweran seperti sinyal wi-fi. Yang demikian itu sama sekali bukan indikasi korupsi. Cuma perilaku kolusi biasa. Tidak lebih. Dan percayalah, saya tidak pernah meminta-minta uang seperti itu. Hanya saja biasanya mereka memberi dengan ikhlas. Itupun setelah saya mengancam akan lompat dari puncak gedung.



:: Berapa bintang yang kau beri? ::.

1

Sebelum Aku Ikhlas

Posted by Faril Lukman in
Aku melanggarmu dua kali
Karena mereka mengikatkan tali
Bukan, sebenarnya karena diriku sendiri
Karena diriku sendiri

Aku meninggalkanmu di pagi hari
Karena mereka terlalu malam menemani
Bukan, sebenarnya karena kelakuanku sendiri
Tak mau bangun dan memilih berselimut lagi



:: Berapa bintang yang kau beri? ::.

0

Dan Iblis pun Menggugat

Posted by Faril Lukman in ,
Apa yang kau tahu tentang aku? Aku adalah kekasih-Nya yang terdekat, yang selalu memuji-Nya selama ribuan tahun, yang paling utama di antara mahkluk yang lain, yang memiliki tempat lebih tinggi dari Jibril, yang memiliki wajah paling rupawan di antara yang lain, sayapku adalah karunia terindah.

Meringkuk di dekat aliran sungai dengan tabir gelap menyelimutinya. Di atas rumput yang menghitam sejauh lingkar satu meter di sekitarnya; hijau rimbun di luar garis satu meter. Semua tanaman yang diinjaknya akan mati dan menghitam seperti tak rela disentuh oleh kulitnya. Kulit yang membusuk dan penuh aura dengki, penuh dengan kebencian yang dipendamnya sendiri.



:: Berapa bintang yang kau beri? ::.

2

Petuah Dari Orang Hebat (bagian ke-8)

Posted by Faril Lukman in
Kali ini akan saya share lagi beberapa tweet yang masuk ke dalam tweet favorit saya. Mereka adalah orang hebat yang mampu menyampaikan dalam kalimat-kalimat menakjubkan.

RT @aagym: Terbayang... Alangkah bahagianya jika kita menjadi orang yang baik hati yang benar-benar baik sampai ke lubuk hati terdalam..
RT @aditant: Apa yg kulakukan adalah peran yg kuketahui
RT @arif_nursetiono: Setiap nge tweet, anda mengeluh tentang pekerjaan. Itu artinya anda masih belum bisa untuk bersyukur.
RT @ChiciAdynda: Kalau masih punya orang tua, salam tangan dan cium pipi mereka setiap pagi sebelum berangkat. Do'a mereka akan menjagamu seharian.



:: Berapa bintang yang kau beri? ::.

2

Aku dan Ibu

Posted by Faril Lukman in
“Wid, tangi.. Ibu dikancani. Ibu kok rasane sedih..” 
(“Wid, bangun.. Ibu ditemani. Ibu rasanya sedih..”) 
Aku dan Ibuku dekat sekali. Apapun yang kualami, selalu kuceritakan kepada Ibu. Begitu pula dengan Ibu, bahkan hal-hal kecil dan sepele seperti kelangkaan ikan pindang atau bawang Bombay di pasar juga tak luput diceritakan padaku. 

Kedekatanku dan ibu bukan berarti tanpa pertengkaran. Ada kalanya ibu marah padaku, begitu pula sebaliknya, Aku terkadang ngambek pada ibu. Hanya karena hal-hal simple sebenarnya. Bukan hal yang baik memang ngambek pada ibu, tapi begitulah, seperti pada sahabat, semakin kita dekat, maka pasti ada hal-hal kecil yang dipertengkarkan. Kalau tidak ada yang dipertengkarkan, maka persahabatan itu perlu dipertanyakan. 




:: Berapa bintang yang kau beri? ::.

0

The Hunt for Gollum (movie)

Posted by Faril Lukman in

Elendil. Forefather. The future is hidden from me. Give me strength when the time comes.
Penasaran dengan kekosongan scene ketika Gandalf pergi meninggalkan Frodo setelah ia memberikan cincin-utama yang ditinggalkan Bilbo? Apa yang dilakukan Gandalf selama itu? Kita akan bisa mengetahui cerita bagian-yang-hilang tersebut melalui film independent: The Hunt for Gollum.
Setting yang diambil dimulai ketika Gandalf penasaran bahwa cincin yang diwariskan Bilbo adalah cincin-utama milik Sauron. Ia pergi ke Minas Tirith guna mencari literatur peninggalan Isildur. Selama perjalanan menuju Minas Tirith, Gandalf bertemu dengan Aragorn terlebih dahulu untuk meminta dia melaksanakan tugas penting: mencari dan menangkap Gollum untuk mengetahui apa saja yang diketahui oleh Smeagol terkait cincin-Bilbo.



:: Berapa bintang yang kau beri? ::.

0

Petuah Dari Orang Hebat (bagian ke-7)

Posted by Faril Lukman in
Masih banyak tweet-tweet yang inspirasional dan layak dirangkum dalam seri ini. Semoga ada yang dapat menjadi inspirasi bagi kehidupan kita.

RT @damnitstrue: Don't tell God that you have a big problem, tell your problem that you have a big God.
RT @damnitstrue: Say what you think, not what you think you should say.
RT @faizatiara: "Kalau yang kita kerjakan dan lakukan itu hal baik serta halal, Insha Allah semuanya akan baik-baik saja kok mba.." - My Mom :')



:: Berapa bintang yang kau beri? ::.

0

Forget Jakarta - Adhitia Sofyan

Posted by Unknown in
I’m waiting in line to get to where you are
Hope floats up high along the way
I forget Jakarta
All the friendly faces in disguise
This time, I’m closing down this fairytale

And I put all my heart to get to where you are
Maybe it’s time to move away
I forget Jakarta
And all the empty promises will fall
This time, I’m gone to where this journey ends



:: Berapa bintang yang kau beri? ::.

0

Coldplay - Paradise

Posted by Faril Lukman in


Setiap kembali memutar video ini, terasa seperti menonton film pendek dan kembali teringat masa-masa lalu. Menampilkan sinematografi yang keren dengan latar alam Afrika dan perpaduan warna menakjubkan.
Bercerita tentang seekor gajah yang dikurung di kandang dan berusaha kembali ke tempatnya berasal. Sebuah pesan penting bahwa kita sangat merindukan di mana kita berasal. Menurut hemat saya, video ini mencoba menjelaskan tentang seseorang yang terbelenggu dan menginginkan kebebasan sesuai nuraninya. Dia berjuang dengan berbagai cara agar bisa sampai ke tempat tujuan hidupnya.



:: Berapa bintang yang kau beri? ::.

Copyright © sedetik di bulan All rights reserved. Black Sakura | Faril Lukman | Nurul Rizki | Pambayun Kendi.
Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive